Truk Vs Minibus di Jalur Tengkorak, Satu Balita dan Sopir Tewas di TKP
Juliadi Radar Bali• Selasa, 30 Desember 2025 | 00:32 WIB
Satlantas Polres Tabanan yang melakukan evakuasi terhadap sejumlah korban yang berada didalam minibus Espas yang terlibat kecelakaan dengan sebuah truk.
Radarbadung.jawapos.com- Kecelakaan maut kembali terjadi di Jalur Tengkorak Denpasar-Gilimanuk.
Kali ini tujuh orang penumpang dilaporkan selamat dan alami luka-luka. Sementara seorang balita berusia lima tahun meninggal dunia.
Insiden kecelakaan itu dialami sebuah minibus Espas bernomor polisi AE 1526 VQ yang mengangkut delapan orang penumpang, terlibat kecelakaan dengan sebuah truk bernopol DK 8687 WY.
Kasus kecelakaan maut itu sampai saat ini masih ditangani Kepolisian Polres Tabanan.
Kasat Lantas Polres Tabanan AKP Anton Suherman mengatakan peristiwa kecelakaan lalu lintas itu terjadi Sabtu (27/12) sekitar pukul 14.10 wita.
Tepatnya kecelakaan itu terjadi sekitar 25 meter sebelah timur jembatan perbatasan Surabrata-Mekayu masuk Banjar Dinas Suraberata, Desa Lalanglinggah, Selemadeg Barat, Tabanan jurusan Jalan Nasional Denpasar-Gilimanuk.
"Kecelakaan itu melibatkan antara angkutan penumpang minibus dengan sebuah truk," kata AKP Anton, Minggu kemarin (28/12).
Ia menyebut sebanyak delapan orang penumpang menjadi korban dari kecelakaan itu. Dengan rincian data penumpang Suroto, 58, asal Madium, Jawa Timur dalam kondisi selamat.
Yuna Sari, 32 asal Ngawi, Jawa Timur mengalami luka dan mendapat perawatan di RSUD Tabanan.
Titin Dwi Yuliani, 19, asal Madium, Jawa Timur juga alami luka-luka di rawat di RSUD Tabanan.
Mustofa Hiro Putra, 9, asal Madium, Jawa Timur dalam keadaan selamat, Fatihah Kesya Putri, 13, asal Madiun, Jawa timur dalam keadaan selamat.
Aqila Febri Puji Lestari, 11, asal Madium Jawa Timur mengalami patah tulang tangan kanan dan dirawat di RSDU Tabanan. Agung Prayitno, 37, asal Ngawi, Jawa Timur dalam kondisi selamat.
Sedangkan seorang balita bernama Fumika Nurshafiya Putri, 5, alami luka-luka dan meninggal dunia.
"Selain itu sopir minibus Espas Sukamto, 44, dilaporkan meninggal dunia di lokasi pasca kejadian kecelakaan," jelas AKP Anton.
Ia menjelaskan antara minibus dan truk terlibat kecelakaan adu jangkrik di Jalur Denpasar-Gilimanuk.
Bermula kendaraan truck yang dikemudikan oleh I Gusti Komang Arnawa, 54 datang dari arah timur jurusan Denpasar) menuju barat Gilimanuk. Sementara minibus yang dikemudikan Sukamto datang dari arah berlawanan.
Saat melintas di jalan tikungan landai kendaraan truck mengambil haluan kendaraan lain.
Disaat bersamaan datang kendaraan minibus Espas dengan kecepatan tinggi yang dikemudikan Sukamto.
Nahas mengakibatkan terjadinya kedua kendaraan terlibat adu jangkrik. Dengan benturan cukup keras.
Sehingga menyebabkan minibus Espas terguling dan terjatuh ke jurang setinggi kurang lebih 10 meter.
"Akibat kejadian itu sopir minibus Espas Sukamto dan seorang penumpang balita tewas," bebernya.
Berdasarkan olah TKP dan keterangan saksi-saksi. Kecelakaan itu diduga disebabkan oleh sopir truk yang lalai dalam berkendara. Dampaknya pun cukup fatal menyebabkan kecelakaan maut.
"Kami masih lakukan pemerikaan terhadap sopir truk dan tengah mengamankan barang bukti truk," tandasnya.***