Radarbadung.jawapos.com- Rencana penyesuaian tarif air yang dilakukan Perumda Air Minum Tirta Hita Buleleng, mendapatkan pesan khusus dari DPRD Kabupaten Buleleng.
Sebab kebijakan perubahan tarif, maka masyarakat berhak mendapatkan layanan yang optimal.
Sebelumnya, persentase kenaikan tarif mulai dari satu persen hingga sepuluh persen. Namun secara umum, kenaikan tarif di 2026 rata-rata sebesar 7,5 persen.
Ini dilakukan agar tidak terjadi lonjakan signifikan, ketika dilakukan penyesuaian sekaligus apalagi baru dilakukan dalam satu waktu yang sudah cukup lama.
Penyesuaian tarif sepuluh persen berlaku untuk kategori rumah tangga. Sebab dari 68 ribu pelanggan, 89 persen diantaranya kategori rumah tangga.
Misalnya R1 dari tarif Rp2.550 menjadi Rp2.800. Kemudian R2 dari Rp3.000 menjadi Rp3.300.
”Harus diiringi dengan komitmen peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Baik dari sisi distribusi air bersih, kontinuitas layanan, maupun pemeliharaan jaringan,” harap Ketua Komisi III DPRD Buleleng, Ketut Susila Umbara dalam Rapat Kerja antara Komisi III DPRD Buleleng dengan Perumda Air Minum Tirta Hita Buleleng di Ruang Gabungan Komisi Gedung DPRD Buleleng, Senin (29/12).
Komisi III juga menekankan, agar dalam proses sosialisasi, dapat melibatkan para wakil rakyat.
Ini penting dilakukan, agar DPRD mengetahui secara langsung kondisi di lapangan serta dampak yang ditimbulkan akibat penyesuaian tarif tersebut.
Sehingga kebijakan yang diambil, tetap berjalan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Tentu dengan memperhatikan kepentingan masyarakat.
Penyesuaian tarif ini dilakukan berdasarkan Rencana Bisnis (Renbis) yang disusun setiap tahun.
Kenaikan tersebut bertujuan, untuk mengimbangi meningkatnya biaya operasional serta pemeliharaan jaringan pelayanan air minum, yang kian meningkat.
”Penyesuaian tarif baru dapat dilakukan, setelah terbitnya keputusan kepala daerah. Selanjutnya akan dilaksanakan sosialisasi kepada masyarakat, selama kurang lebih satu bulan, sebelum kebijakan tersebut diberlakukan,” kata Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Hita Buleleng, I Made Lestariana.***
Editor : Donny Tabelak