Bali Gaya Hidup Hukum & Kriminal International Kuliner Nasional Pariwisata & Budaya Pendidikan Selebritas Sportiment Update Badung

Ada Ribuan Pekerja Migran Indonesia dari Buleleng, Disnaker Ingatkan Soal Perdagangan Orang

Francelino Junior • Senin, 5 Januari 2026 | 09:18 WIB

 

Kepala Disnaker Buleleng, Putu Arimbawa.
Kepala Disnaker Buleleng, Putu Arimbawa.

Radarbadung.jawapos.com- Menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI) masih dipilih masyarakat Kabupaten Buleleng, untuk bekerja.

Diketahui, mayoritas mereka memilih sektor pariwisata, baik di darat maupun di kapal pesiar. Turki menjadi negara tujuan yang paling diminati.

Berdasarkan data dari Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Buleleng, mengutip data Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), PMI asal Bali utara yang tercatat berangkat bekerja ke luar negeri pada 2025, totalnya mencapai 2.215 orang.

Keberangkatan tertinggi terjadi pada Juni yang totalnya 328 orang. Disusul Maret sebanyak 280 orang.

Kemudian Mei sebanyak 276 orang. Dari jumlah itu, total PMI Buleleng laki-laki ada 1.183 orang, sedangkan perempuan 1.032 orang.

Jika melihat angka bulanan, pada Januari tercatat 135 orang yang berangkat. Februari meningkat 206 orang.

Kembali bertambah pada Maret menjadi 280 orang. Tetapi menurun di April menjadi 109 orang.

Angka tersebut terus berubah secara dinamis hingga November sebanyak 138 orang. 

Selain Turki menjadi minat utama, beberapa negara lain yang juga menjadi tujuan utama PMI asal Buleleng.

Seperti Maldives, Polandia, dan Rusia. Tren terbaru menunjukkan, kalau Rusia mulai banyak diminati, khususnya untuk sektor pariwisata dan jasa. 

”Data ini yang tercatat secara resmi. Kemungkinan jumlahnya bisa lebih banyak karena ada yang tidak masuk dalam basis data,” kata Kepala Disnaker Buleleng, Putu Arimbawa pada Minggu (4/1).

Baca Juga: Terkait Perdebatan Perubahan Hari Nyepi, Sekum PHDI: Lebih Baik Fokus Tangani Masalah Krusial di Bali

Bersamaan dengan itu, para calon PMI diingatkan untuk tidak tergiur iming-iming keluar negeri tanpa prosedur yang jelas.

Lebih baik untuk aktif mencari informasi sebelum berangkat, dengan datang langsung ke Kantor Disnaker Buleleng, untuk mendapatkan penjelasan mengenai prosedur, agen resmi, hingga negara tujuan kerja.

Sebab dengan tingginya minat bekerja ke luar negeri, maka harus diselaraskan juga dengan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya prosedur resmi.

Sehingga perlindungan terhadap PMI dapat lebih optimal di negeri orang, dengan kata lain terhindar dari praktik-praktik Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

”Ikuti prosedur yang ada. Jangan mudah percaya dengan janji atau iming-iming. Sekarang banyak modus penipuan yang mengarah ke TPPO,” tutup Arimbawa.***

Editor : Donny Tabelak
#turki #pekerja migran indonesia #tppo #pmi #disnaker buleleng #kapal pesiar #perdagangan orang