Bali Gaya Hidup Hukum & Kriminal International Kuliner Nasional Pariwisata & Budaya Pendidikan Selebritas Sportiment Update Badung

Hujan Deras, Senderan Tembok Rumah Warga Pupuan Jebol

Zulfika Rahman • Jumat, 16 Januari 2026 | 18:33 WIB
Kondisi senderan tembok rumah warga yang ada di Kecamatan Pupuan, Tabanan rusak parah akibat longsor.
Kondisi senderan tembok rumah warga yang ada di Kecamatan Pupuan, Tabanan rusak parah akibat longsor.
 
Radarbadung.jawapos.com- Bencana alam kembali terjadi di Tabanan. Kali ini sebuah tembok penyengker rumah warga mengalami rusak parah akibat longsor. 
 
Tembok penyengker rumah yang alami kerusakan, itu milik I Nengah Mundra, 68, yang tinggal di Banjar Dinas Bantiran, Desa Bantiran, Pupuan Tabanan. 
 
Sementara senderan penyengker rumah yang jebol juga akibat longsor milik dari I Wayan Artawan warga Banjar Dinas Anggasari Kaja, Desa Munduk Temu, Pupuan Tabanan. 
 
Kedua musibah bencana alam itu telah dilaporkan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tabanan. Bahkan telah dilakukan penanganan.
 
Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Tabanan I Putu Trisna Widiatmika seijin Kalaksa BPBD Tabanan mengungkapkan, tembok penyengker rumah warga yang longsor dan senderan penyengker rumah yang jebol itu terja pada dua desa di Kecamatan Pupuan Tabanan.
 
 
Lagi-lagi akibat dari hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak Rabu (14/1) hingga Kamis kemarin (15/1).
 
Pada tembok penyengker rumah milik I Nengah Mundra di Banjar Dinas Bantiran, Desa Bantiran, Pupuan kerusakan dengan panjang 5 meter dengan tinggi 1,5 meter. 
 
Bahkan akibat tembok penyengker rumah yang rusak tersebut longsoran tanah menimbun sebuah garase rumah. 
 
Musibah tanha longsor ini terjadi pada Rabu sekitar pukul 17.00 wita saat hujan deras. 
 
"Tembok penyengker rumah warga berada diatas berdekatan dengan jalan.
 
Tembok penyengker ini yang jebol dan ikuti longsoran tanah yang menimbun garase rumah," ujar Trisna, Kamis kemarin. 
 
Lanjutnya, sementara senderan penyengker rumah yang jebol itu milik I Wayan Artawan mengalami kerusakan sepanjang 17 meter dengan tinggi 5 meter. 
 
Selain kerusakan senderan penyengker juga membuat kerusakan pada sebuah pelinggih penunggun karang.
 
Kemudian tembok dapur yang juga alami retak sepanjang 5 meter.
 
Pihaknya telah melakukan penanganan evakuasi di lokasi kejadian. Termasuk melakukan pendataan agar nantinya diberikan bantuan untuk biaya perbaikan. 
 
"Sudah dilakukan penanganan hari ini. Butuh waktu sekitar setengah hari untuk membersihkan material longsoran tanah," ungkap Trisna. 
 
Pihaknya juga sudah memastikan kondisi terkait kondisi di lokasi bencana terkait keamanan warga.
 
Bahwa lokasi bencana tanah longsor yang terjadi pada dua warga di dua desa berbeda di Kecamatan Pupuan masuk dalam kategori rawan. 
 
Sehingga pihaknya menghimbau mereka warga tetap waspada.
 
"Bila terjadi hujan lebat demi keselamatan kami meminta mereka untuk segera mengungsi ke rumah saudara atau warga terdekat yang lebih aman," tandasnya.***
Editor : Donny Tabelak
#longsor #BPBD Tabanan #pupuan #Senderan jebol