Salah satunya, akses jalan utama Denpasar-Amlapura terganggu akibat terjadi longsor di jalur Sanghyang Ambu, Desa Bugbug.
Jalur tersebut menjadi langganan longsor saat kondisi hujan deras mengguyur wilayah Karangasem. Praktis kondisi itu membuat arus lalu lintas terganggu.
”Material longsor berupa tanah dan bebatuan menutup badan jalan,” kata Kepala Pelaksana BPBD Karangasem, IB Ketut Arimbawa saat dikonfirmasi.
Kondisi itu membuat arus lalu lintas terganggu.
Petugas dari lintas instansi hingga masyarakat langsung melakukan penanganan untuk membersihkan material longsor yang menutup badan jalan.
”Jalur itu, jalur utama. Arus lalu lintas cukup padat. Ketika terjadi longsor pasti terganggu. Kami sudah lakukan penanganan,” sebutnya.
Arimbawa menyebut, sejak Sabtu hingga Minggu kemarin, Karangasem diguyur hujan.
Bahkan sehari sebelumnya, senderan setinggi 7,5 meter di Banjar Dinas Lean, Desa Bunutan Kecamatan Abang jebol.
”Itu senderan proyek villa jebol. Materialnya sampai menutup akses jalan,” tuturnya.
Bahkan senderan yang jebol juga mengenai bangunan akomodasi pariwisata dan 10 rumah warga yang berada di sekitar lokasi.
”Tidak ada korban jiwa. Kerugian masih dihitung,” ucap Arimbawa.
Pihaknya pun sudah melakukan penanganan bersama dengan pemilik proyek.
”Penanganan dilakukan menggunakan alat berat,” bebernya.
Di tengah intensitas hujan yang cukup tinggi, pihak BPBD Karangasem mengimbau agar masyarakat waspada dan hati-hati saat beraktivitas di luar rumah.
Selain itu, warga yang tinggal di wilayah rawan longsor, perbukitan hingga bantaran sungai untuk bergeser ke tempat lebih aman saat kondisi hujan deras terjadi.***