PHRI Bali Sorot Angka Kunjungan Wisatawan Tinggi, tapi Tak Linear dengan Okupansi
Marsellus Nabunome Pampur• Sabtu, 24 Januari 2026 | 06:28 WIB
Ketua PHRI Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati atau Cok Ace (kiri) saat memberikan keterangan kepada wartawan.
Radarbadung.jawapos.com- Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati atau Cok Ace resmi dikukuhkan sebagai Ketua PHRI Bali periode 2025-2030, usai dilantik pada Jumat kemarin (23/1) di gedung Wiswa Sabha, Kantor Gubernur Bali.
Usai pelantikan itu, Cok Ace mengatakan bahwa salah satu target yang harus dikerjakannya dalam jangka pendek adalah terkait data base yang masih tercecer.
Dimana saat ini masih ada para pemilik usaha perhotelan dan restaurant di Bali yang belum bergabung dalam organisasi Perhimpunan Hotel dan Restaurant Indonesia (PHRI) Bali.
Padahal, Gubernur Bali Wayan Koster sendiri telah mengeluarkan Pergub tentang kewajiban setiap usaha untuk bergabung dalam asosiasi resmi.
”Namun sampai sekarang tidak direspon secara baik. Jadi, kami mohon, dalam hal ini bupati, wali kota karena banyak perijinan keluarnya di tingkat kabupaten/kota," terangnya kepada media usai pengukuhan.
Dia secara gamblang menyebutkan bahwa hal ini tak semata-mata untuk kepentingan PHRI saja. Hal ini diperlukan semua pihak termasuk pemerintah.
Karena yang terjadi di Bali belakangan ini, jumlah kunjungan wisatawan meningkat.
Namun anehnya di balik peningkatan itu, okupansi hotel malah menurun. Demikian pula dengan PAD yang menurutnya tak meningkat secara signifikan.
”Jadi, ini kita masih menelaah kenapa bisa terjadi angka anomali seperti itu," ujarnya.
Dia menyebut bahwa pada tahun 2025 lalu okupansi turun sebesar 8 persen dibandingkan tahun 2024.
Salah satu penyebabnya diduga karena tak sedikit wisatawan yang menginap di sejumlah hotel atau villa tak berizin.
”Ini tentu banyak usaha akomodasi yang tak terdaftar, sehingga mereka mengambil wisatawan kita yang sebelumnya tinggal di hotel yang terdaftar kemudian dia masuk tinggal di hotel-hotel tak berijin," tandasnya.***