Puluhan Kepala Keluarga Terdampak Angin Puting Beliung, Pemkab Gianyar Hitung Kerugian
Ida Bagus Indra Prasetia• Sabtu, 24 Januari 2026 | 10:05 WIB
Petugas dari Dinas Sosial Kabupaten Gianyar melihat kondisi kerusakan akibat puting beliung di Batubulan Kangin, Kamis (22/1) kemarin.
Radarbadung.jawapos.com– Pemerintah Kabupaten Gianyar bergerak cepat merespons bencana angin puting beliung (ngelinus) yang melanda wilayah Desa Batubulan Kangin, Kecamatan Sukawati.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gianyar, I Nyoman Tri Budi Artanto, bersama jajaran turun langsung meninjau sejumlah rumah warga yang terdampak cuaca ekstrem tersebut, Kamis lalu (22/1).
Tri Budi Artanto mengatakan, berdasarkan laporan Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) Desa Batubulan Kangin, tercatat sebanyak 44 kepala keluarga (KK) terdampak bencana angin kencang yang terjadi sehari sebelumnya.
”Menurut laporan dari PSM Desa Batubulan Kangin, saat ini ada 44 kepala keluarga yang terkena dampak cuaca ekstrem,” ujar Tri Budi Artanto, yang baru sehari dilantik sebagai Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gianyar.
Ia menjelaskan, Dinas Sosial telah melakukan asesmen awal terhadap keluarga terdampak untuk mengetahui tingkat kerusakan dan kebutuhan mendesak pascabencana.
Dalam kegiatan tersebut, petugas juga berdialog langsung dengan warga untuk menggali dampak yang dirasakan saat musibah terjadi.
”Korban mengharapkan perhatian dari Pemkab Gianyar untuk mendapatkan bantuan dari pemerintah,” katanya.
Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Gianyar Ida Bagus Putu Suamba, mengungkapkan, bencana angin puting beliung terjadi pada Rabu (21/1/2026) sekitar pukul 02.30 Wita.
Saat itu hujan lebat disertai tiupan angin kencang melanda sejumlah wilayah di Kecamatan Sukawati.
Berdasarkan data sementara BPBD, di Desa Sukawati tercatat kerusakan pada dua merajan, empat rumah warga, dan satu warung makan. Di Desa Guwang, Pasar Seni Guwang mengalami kerusakan ringan.
Dampak terparah terjadi di Desa Batubulan Kangin, dengan rincian 21 rumah rusak, empat merajan, dua pura, satu garase, serta kerusakan pada 28 unit mobil, tiga sepeda motor, dan satu warung.
”Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Rencananya warga terdampak akan dibantu melalui BTT (Belanja Tidak Terduga) sesuai Peraturan Bupati Gianyar Nomor 32 Tahun 2024 dan disesuaikan dengan tingkat kerusakan maupun kerugian,” tegasnya.
Di bagian lain, selain puting beliung, terjadi longsor di Payangan. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) membersihkan material longsor di Daerah Irigasi Bunteh Sengkulung di Desa Puhu, Kecamatan Payangan, pada Selasa, 20 hingga 21 Januari.
Selain itu, dilakukan pula penanganan pohon tumbang dan longsor di sekitar Bendung Tinjak Kayu I, Desa Melinggih, Kecamatan Payangan, pada Kamis, 22 Januari.
Kepala Bidang Sumber Daya Air dan Bina Jasa Konstruksi Dinas PUPR Kabupaten Gianyar I Made Dwipa Arta menjelaskan, kejadian longsor dan pohon tumbang tersebut disebabkan oleh curah hujan yang tinggi disertai angin kencang yang melanda Kabupaten Gianyar selama beberapa hari terakhir.
”Longsor dan pohon tumbang mengakibatkan saluran irigasi tertimbun material tanah dan kayu, sehingga aliran air ke sawah terhambat. Kondisi ini cukup berdampak karena saat ini para petani sedang memasuki masa tanam padi,” jelasnya.***