Bali Gaya Hidup Hukum & Kriminal International Kuliner Nasional Pariwisata & Budaya Pendidikan Selebritas Sportiment Update Badung

Satpam Jadi Garda Terdepan Jaga Kemanan Pariwisata Bali

Marsellus Nabunome Pampur • Sabtu, 31 Januari 2026 | 09:05 WIB
 
Pengukuhan pengurus baru Bali Solidity Security Association (BSSA) di Denpasar, Rabu (28/1) di Sanur, Denpasar Selatan.
Pengukuhan pengurus baru Bali Solidity Security Association (BSSA) di Denpasar, Rabu (28/1) di Sanur, Denpasar Selatan.
 
Radarbadung.jawapos.com- Selain keindahan alamnya, rasa nyaman dan aman menjadi salah satu faktor penting dalam industri pariwisata Bali untuk menarik minat wisatawan.
 
Oleh sebab itu, keamanan pulau Bali menjadi faktor penting yang perlu dijaga. Hal ini disampaikan langsung oleh Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Provinsi Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati dalam pelantikan pengurus Bali Solidity Security Association (BSSA) di Denpasar, Rabu lalu (28/1) di Sanur, Denpasar Selatan.
 
”Faktor keamanan menjadi hal yang sangat penting untuk menanamkan kepercayaan pariwistaa. Kita tidak bisa mendapat kepercayaan wisatawan mana kala keamanan kita tak terjamin," kata Cok Ace kepada media dalam kesempatan itu.
 
Lanjut dia, bahwa keberadaan satpam atau sekuriti di hotel, restoran, dan obyek wisatawan sangatlah vital.
 
Dia menyebut bahwa sekuriti merupakan garda terdepan dalam memberikan rasa aman bagi para wisatawan yang berkunjung ke Bali.
 
”Nah, garda terdepan kita adalah sekuriti. Kita menaruh harapan kita ke depan untuk menjaga Bali," ujarnya.
 
Cok Ace menjelaskan, di tempat usaha misyalnya, peran sekurit sangatlah penting. Apalagi tak sedikit peristiwa kriminal terjadi di tempat usaha atau obyek wisata.
 
Baca Juga: Terlibat Peredaran Rokok Tanpa Cukai di Jembrana Bali, Oknum Perangkat Desa Diciduk Polisi
 
Pada kesempatan yang sama, Putu Ngurah Suadnyana menjelaksan anggota BSSA yang tersebar di sejumlah unit usaha di bidang pariwisata berkomitmen menjaga keamanan dan kenyamanan wisatawan.
 
Sesuai tupoksinya, pergerakan sekuriti menurut dia cukup terbatas, hanya di lingkungan usaha seperti hotel dan restoran.
 
”Pergerakan kami terbatas,hanya di lingkungan kerja. Kami membantu pihak kepolisian untuk mengamankan, mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan," imbuhnya.
 
Dia menambahkan bahwa jumlah anggota BSSA saat ini sebanyak 91 yang terdiri dari unit usaha restoran dan hotel serta unit usaha pariwisata lainnya.
 
Peran krusial sekuriti kata dia sangatlah vital. Apalagi tak sedikit juga kasus kriminal di Bali yang melibatkan tamu atau wistawan asing.
 
”Apa yang paling krusial adalah yang sering terjadi adalah penipuan, banyak tamu yang tak bayar. Misyalnya tamu makan di restaurant A terus dia gak bayar terus dia pindah ke restaurant lain. Nah kita butuh koordinasi itu antara satu restoran ke restoran lain," pungkasnya.***
Editor : Donny Tabelak
#wisatawan #PHRI Bali #keamanan #hotel #cok ace #restoran #pariwisata #satpam