Bali Gaya Hidup Hukum & Kriminal International Kuliner Nasional Pariwisata & Budaya Pendidikan Selebritas Sportiment Update Badung

Tabanan Kesulitan Buruh Panen Padi, Sekaa Manyi Diaktifkan Kembali

Juliadi Radar Bali • Senin, 2 Februari 2026 | 09:05 WIB
Petani Desa Jatiluwih, Kecamatan Penebel Tabanan yang menjemur hasil padi mereka.
Petani Desa Jatiluwih, Kecamatan Penebel Tabanan yang menjemur hasil padi mereka.
 
Radarbadung.jawapos.com- Kekurangan tenaga saat masa panen padi masih menjadi kendala serius di Kabupaten Tabanan.
 
Imbasnya mau-mau tidak terpaksa harus menggunakan tenaga panen dari luar Bali. Kos pembiayaan yang dikeluarkan pun menjadi lebih besar. 
 
Melihat masalah demikian. Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Tabanan mulai menggaraf untuk menghidupkan Sekaa Manyi. 
 
Sekaa Manyi secara umum pada masyarakat Bali dikenal sebagai kelompok tradisional buruh tani yang bertugas memanen, memotong pada yang menggunakan alat tradisional. 
 
Plt Kepala Dinas Pertanian (Distan) Tabanan I Made Subagia mengaku masalah kekurangan tenaga (buruh) panen padi masih terjadi di Tabanan.
 
Dulu sekaa manyi ini sempat ada dimasing-masing subak di Tabanan. Namun seiring berjalan waktu sekaa manyi ini mulai tak aktif. 
 
Baca Juga: Pemilik Bangunan Langgar Sempadan Pantai di Desa Bunutan, Satpol PP Karangasem Kirim SP 2
 
"Kami berniat untuk mengaktifkan atau menghidup kembali. Minimal ketika kekurangan tenaga (buruh) saat panen, maka sekaa manyi membantu dari sisi tenaga," ungkap Subagia ditemui belum lama, Sabtu (31/1).  
 
Ia menjelaskan sekaa manyi dulu ada di Tabanan bahkan disetiap subak. Akan tetapi, dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, eksis tidak begitu terlihat. Sekaa manyi sebenarnya masuk lembaga resmi di subak. 
 
Khusus Tabanan sendiri pada subak aseman 4 wilayah Selemadeg Timur sekaa manyi masih aktif dan beberapa subak lainnya. Hanya saat ini mereka perlu dibantu alat pertanian berupa power streser. 
 
Dalam menghidupkan kembali sekaa manyi membutuhkan waktu. Terutama dalam merubah manset petani padi, karena para petani sudah terbiaya menggunakan tenaga panen dari luar. 
 
"Kami baru ada sekaa manyi yang akan menjadi pilot project kedepan agar dibeberapa bisa dihidupkan kembali," tandasnya.***
Editor : Donny Tabelak
#subak #tabanan #Jatiluwih #padi #petani #dinas pertanian tabanan #buruh