Data Badan Pusat Statistik, Produksi Padi di Bali Menurun
Marsellus Nabunome Pampur• Rabu, 4 Februari 2026 | 10:05 WIB
Areal Persawahan padi di Batubulan, Gianyar. Produksi padi di Bali mengalami penurunan.
Radarbadung.jawapos.com- Berdasarkan hasil Survei Kerangka Sampel Area (KSA) yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik Provinsi Bali, realisasi luas panen padi sepanjang Januari hingga Desember 2025 mencapai sekitar 96.444 hektare.
Jumlah ini mengalami penurunan sebesar 7.360 hektare (7,09 persen) dibandingkan 2024 yang sebesar 103.804 hektare.
Produksi beras pada 2025 untuk konsumsi pangan penduduk mencapai 331.531 ton.
Jumlah imi mengalami penurunan sebanyak 26.848 ton atau 7,49 persen dibandingkan produksi beras di 2024 yang sebanyak 358.379 ton.
Made Agus Adnyana selaku Fungsional Ahli Madya BPS Provinsi Bali mengatakan,
Produksi padi pada 2025 mencapai sebanyak 587.866 ton GKG.
”Jumlah ini mengalami penurunan sebanyak 47.607 ton atau 7,49 persen dibandingkan produksi padi di 2024 yang sebanyak 635.473 ton GKG," katanya di Denpasar, Senin lalu (2/2).
Adnyana menjelaskan, puncak panen padi pada tahun 2025 selaras dengan tahun sebelumnya, yaitu terjadi pada bulan Mei dengan luas panen mencapai 14.122 hektare.
Namun demikian, puncak panen pada Mei 2025 relatif lebih rendah atau turun sekitar 2.379 hektare (14,42 persen) dibandingkan Mei 2024.
Sementara itu, potensi luas panen padi pada Januari-Maret 2026 diperkirakan mencapai 16.466 hektare, atau mengalami penurunan sekitar 3.857 hektare (18,98 persen) dibandingkan luas panen padi pada Januari-Maret 2025 yang sebesar 20.323 hektare.***