Radarbadung.jawapos.com- Gubernur Bali, Wayan Koster menyebut penggunaan produk lokal Bali berpengaruh penting bagi peningkatan ekonomi dan menjaga inflasi provinsi Bali tetap stabil.
Hal ini disampaikannya dalam kegiatan High level meeting, Tim Pengendalian Inflasi Daerah dan Tim Percepatan dan Perluasan dl Digitalisasi Daerah Provinsi Bali, di kantor Bank Indonesia Provinsi Bali, Denpasar, Selasa (10/2).
Menurutnya Pergub nomor 79 tahun 2018 berdampak besar dalam menggerakkan roda ekonomi masyarakat Bali.
Menurut dia meski sederhana, penggunaan endek Bali bagi para pegawai di lingkungan Provinsi Bali setiap hari Selasa bisa menghidupkan banyak lini usaha. Begitu juga dengan kewajiban mengenakan busana adat Bali setiap hari Kamis.
Dia melanjutkan, jika para pegawai di lingkungan provinsi Bali rajin membeli endek baru setiap bulan, maka semakin menghidupkan ekonomi.
Koster menilai sejak diberlakukannya Pergub tersebut, motif endek yang dihasilkan para pengrajin juga semakin bervariasi.
”Sekarsng motif dan coraknya juga semakin beragam.
”Pedagangnya bisa hidup, penjarit (edek Bali) juga bisa hidup. Semuanya hidup kalau kita rajin pakai endek," kata Koster.
Sementara itu, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, pertumbuhan ekonomi Bali di tahun 2025 mengalami inflasi 2,91 persen (yoy), atau di bawah nasional sebesar 2,92 persen (yoy).
Menurut Koster, inflasi provinsi Bali ini masih dalam rentangan target.
Dengan demikian, kondisi ekonomi provinsi Bali masih terkendali dengan pertumbuhan tahunan 5,82 persen di tahun 2025..
Koster menyebut ekosistem perekonomian provinsi Bali dalam kondisi bagus.
Hal ini akan semakin bagus jika tak ada gejolak politik dan sosial. Namun kondisi ini menurutnya masih bisa ditakar.
”Kondisinya bisa ditakar. Dan, terbukti ekonomi Bali tumbuh 5,82 persen tahun 2025 yoy,” imbuhnya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Kantor Perwakilan wilayah Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Bali Erwin Soeriadimadja menjelaskan bahwa menjelang hari besar keagamaan nasional inflasi month to month di provinsi Bali dapat dikendalikan.
”Menjelang HBKN Idul Fitri dan Nyepi, harapannya kita bisa meminimalkan inflasi month to month lebih rendah dari tahun lalu sebesar 1,61 persen,” pungkas Erwin.***