Bali Gaya Hidup Hukum & Kriminal International Kuliner Nasional Pariwisata & Budaya Pendidikan Selebritas Sportiment Update Badung

Terobos Pro-Kontra, Proyek Titik Nol Singaraja Digarap, Target Juli Rampung

Francelino Junior • Senin, 23 Februari 2026 | 11:05 WIB

Ground breaking proyek Titik Nol Kota Singaraja. Meskipun ada pro dan kontra, pekerjaan ini tetap berjalan selama 150 hari lamanya.
Ground breaking proyek Titik Nol Kota Singaraja. Meskipun ada pro dan kontra, pekerjaan ini tetap berjalan selama 150 hari lamanya.

Radarbadung.jawapos.com- Proyek pembangunan Titik Nol Kota Singaraja milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng resmi dimulai melalui acara ground breaking atau peletakan batu pertama pada Jumat (20/2).

Meskipun menuai pro dan kontra di kalangan masyarakat, pekerjaan yang berdurasi 150 hari tetap akan dilaksanakan.

Peletakan batu pertama dilakukan secara langsung oleh Bupati I Nyoman Sutjidra, Wakil Bupati Gede Supriatna, serta Sekretaris Daerah Gede Suyasa.

Proyek ini mencakup dua komponen utama, yaitu Penataan Infrastruktur Kawasan Tugu Singa Ambara Raja (Penataan Titik 0) yang dikerjakan PT. Taman Bunga Indah dengan nilai kontrak Rp24.433.077.000, dan Pembangunan Gedung Laksmi Graha yang diemban CV. Cadudasa Pratama dengan nilai kontrak Rp13.929.868.000.

"Ini dari anggaran BKK Kabupaten Badung sebanyak Rp25 miliar. Kemudian terealisasi Rp24 sekian miliar. Kira-kira Juli sudah selesai," ujar Bupati Sutjidra.

Baca Juga: Dijanjikan Kerja ke Australia, Lima WNA Bangladesh Disekap Sesama Bangladesh di Buleleng

Penataan kawasan ini sejalan dengan visi Pemkab Buleleng selama lima tahun ke depan, yaitu menjaga dan memperkuat identitas kawasan bersejarah yang berada di depan Kantor Bupati dan Tugu Singa Ambara Raja sebagai kawasan heritage.

Bupati mengakui desain proyek sempat mengalami revisi, meskipun tidak signifikan.

Pembangunan akan menyentuh berbagai aspek mulai dari penataan lingkungan, sanitasi, hingga utilitas seperti kabel dan pipa yang selama ini tidak tertata rapi.

Selain itu, proyek ini juga akan menyediakan ruang terbuka hijau (RTH) baru untuk meningkatkan kualitas udara dan kesehatan lingkungan.

Hal ini sejalan dengan upaya Pemkab Buleleng untuk menjaga proporsi RTH minimal 30 persen demi menekan polusi udara di Bali Utara.

Dalam proses pengerjaan, pohon-pohon besar di sekitar lokasi proyek akan dipindahkan beserta akarnya agar tetap dapat tumbuh di lokasi baru.

Bupati Sutjidra mengakui telah mendengar berbagai tanggapan masyarakat, di mana sebagian lebih menginginkan perbaikan jalan rusak dan fasilitas publik lainnya di Buleleng.

Namun, ia menegaskan bahwa proyek ini bertujuan untuk menata kawasan bersejarah sebagai pusat identitas Kota Singaraja.

"Ada yang komentar positif, ada yang negatif. Inilah cikal bakal titik nolnya Kota Singaraja. Bisa dilihat di sana ada PAL-nya. Tidak semua paham dimana sebenarnya pusatnya Kota Singaraja," jelasnya.***

Editor : Donny Tabelak
#pemkab buleleng #pro kontra #kota singaraja #bupati buleleng #Pemkab Badung #proyek