Bali Gaya Hidup Hukum & Kriminal International Kuliner Nasional Pariwisata & Budaya Pendidikan Selebritas Sportiment Update Badung

Hujan Deras Tiga Hari, Gianyar Dilanda Longsor dan Kerusakan Bangunan

Ida Bagus Indra Prasetia • Rabu, 25 Februari 2026 | 07:11 WIB
Candi Bentar Agung di Pura Kayangan Dalem Kauh, Desa Adat Saba, Desa Saba, Kabupaten Gianyar, mengalami kerusakan hingga roboh pada Selasa (24/2).
Candi Bentar Agung di Pura Kayangan Dalem Kauh, Desa Adat Saba, Desa Saba, Kabupaten Gianyar, mengalami kerusakan hingga roboh pada Selasa (24/2).
 
Radarbadung.jawapos.com- Hujan deras yang mengguyur wilayah Gianyar selama hampir tiga hari berturut-turut menyebabkan sejumlah bangunan mengalami kerusakan signifikan.
 
Peristiwa ini disebabkan oleh longsor dan pelapukan tanah yang diakibatkan curah hujan tinggi.
 
Di Kecamatan Blahbatuh, Candi Bentar Agung di Pura Kayangan Dalem Kauh, Desa Adat Saba, Desa Saba, Kabupaten Gianyar, mengalami kerusakan hingga roboh pada Selasa (24/2).
 
Peristiwa ini diperkirakan terjadi sekitar pukul 24.00 Wita di kompleks pura yang terletak di Jalan Pantai Saba.
 
Reruntuhan candi menimpa sebuah pelinggih peremenak atau togog yang berada di area pura tersebut.
 
Kapolsek Blahbatuh, Komisaris Polisi Luh Putu Sri Sumartini, mengatakan bahwa kerusakan yang terjadi diduga kuat akibat curah hujan dengan intensitas tinggi yang melanda wilayah tersebut.
 
“Personel kami sudah turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan dan membantu penanganan awal. Syukurlah, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, kerugian material diperkirakan mencapai Rp100 juta,” ujarnya.
 
Baca Juga: Warga Negara Belanda Pemilik Kebun Ganja di Denpasar Diadili, Tanam di Tenda Hidroponik Sejak Agustus
 
Peristiwa serupa juga terjadi di Kecamatan Ubud, tepatnya di Pura Kelembu, Desa Adat Mas, Banjar Satria, Desa Mas.
 
Pada Selasa pagi pukul 06.30 Wita, longsor menyebabkan tiga bangunan pura mengalami kerusakan cukup parah.
 
Ketiga bangunan tersebut adalah Piyasan, Bale Gong, dan Bale Penyimpanan Banten.
 
Ketiganya tertimpa reruntuhan senderan tembok sisi selatan pura yang ambrol akibat longsor.
 
Kapolsek Ubud, Komisaris Polisi I Wayan Putra Antara, menjelaskan bahwa longsor ini terjadi akibat curah hujan tinggi yang disertai angin kencang selama beberapa hari terakhir.
 
“Memang benar telah terjadi tanah longsor di Pura Kelembu sekitar pukul 06.30 Wita. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerusakan pada bangunan cukup parah,” ujarnya.
 
 
Baca Juga: Video Syur Siswi SMA Gegerkan Karangasem, Mantan Pacar Diduga Jadi Dalang Penyebaran!
 
Selain itu, bencana tanah longsor juga menimpa kawasan The Yoga Barn, di Jalan Sukma Kesuma, Desa Peliatan, Kecamatan Ubud, pada Selasa pukul 09.00 Wita.
 
Senderan di bagian timur lokasi roboh dan menutup akses jalan menuju SD Negeri 2 Peliatan.
 
Material longsoran berupa tanah dan puing-puing menimpa dua bangunan di area tersebut, yakni toilet dan gudang, sehingga mengalami kerusakan.
 
Dampaknya, jalur penghubung warga dan pelajar menuju SDN 2 Peliatan untuk sementara tidak dapat dilalui.
 
Kapolsek Ubud, Komisaris Polisi I Wayan Putra Antara, membenarkan kejadian tersebut.
 
“Tanah longsor terjadi akibat curah hujan yang cukup tinggi dan disertai angin kencang. Kondisi tanah menjadi labil sehingga senderan tidak mampu menahan beban dan akhirnya roboh,” tuturnya.
 
Pihak berwenang diharapkan segera melakukan penanganan dan pemulihan agar akses jalan kembali normal dan aktivitas warga tidak terganggu.***
Editor : Donny Tabelak
#ubud #longsor #pantai saba #gianyar #bencana bali #hujan deras