Bali Gaya Hidup Hukum & Kriminal International Kuliner Nasional Pariwisata & Budaya Pendidikan Selebritas Sportiment Update Badung

143 Bencana Hantam Karangasem Dua Bulan Terakhir, Kerugian Tembus Rp 3,3 Miliar

Zulfika Rahman • Senin, 2 Maret 2026 | 06:25 WIB

BPBD Karangasem saat melakukan asesmen rumah yang ambruk di Kelurahan Subagan, Senin (16/2) kemarin.
BPBD Karangasem saat melakukan asesmen rumah yang ambruk di Kelurahan Subagan, Senin (16/2) kemarin.

Radarbadung.jawapos.com- Hanya dalam dua bulan awal tahun 2026, Kabupaten Karangasem telah dilanda sebanyak 143 kejadian bencana alam.

Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karangasem, kerugian materiil yang ditimbulkan mencapai angka fantastis, yakni hingga Rp 3,3 miliar.

Kepala Pelaksana BPBD Karangasem, Ida Bagus Ketut Arimbawa, mengungkapkan bahwa kejadian bencana menyebar ke seluruh delapan kecamatan di kabupaten tersebut.

Kecamatan Karangasem menjadi wilayah dengan jumlah kejadian terbanyak, yaitu 42 kali bencana.

Di posisi berikutnya adalah Kecamatan Bebandem dan Manggis masing-masing dengan 28 kejadian, sedangkan kecamatan lainnya rata-rata melaporkan antara 8 hingga 14 kejadian.

"Dari keseluruhan laporan yang tercatat, beruntung tidak ada korban jiwa. Dampak yang ditimbulkan hanya kerugian materil dengan total perkiraan Rp 3,3 miliar," ujar Arimbawa saat dikonfirmasi Minggu (1/3) kemarin. 

Mayoritas bencana yang terjadi adalah pohon tumbang yang menimpa akses jalan, rumah tinggal, palinggih, serta berbagai fasilitas umum. Selain itu, beberapa wilayah juga dilanda tanah longsor dan banjir.

Menurut pihak BPBD, jumlah bencana yang mencapai 143 kejadian dalam dua bulan tergolong tinggi.

Kondisi ini disebabkan oleh cuaca ekstrim yang melanda daerah tersebut.

"Faktor utama adalah hujan yang terus-menerus disertai angin kencang selama periode ini," jelasnya.

Saat musim hujan masih berlangsung, risiko terjadinya bencana alam seperti pohon tumbang, tanah longsor, dan banjir masih tetap ada.

Khususnya untuk wilayah perbukitan, bantaran sungai, serta daerah yang sudah teridentifikasi sebagai zona rawan bencana.

"Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan. Ketika terjadi hujan deras dan angin kencang, segera cari tempat yang aman dan hindari daerah yang berpotensi berbahaya," pungkas Arimbawa.***

 

Editor : Donny Tabelak
#longsor #pohon tumbang #bpbd karangasem #bencana alam