Radarbadung.jawapos.com- Peristiwa tanah merayap atau soil creep melanda Banjar Dinas Sorga Mekar, Desa Lokapaksa, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng.
Sebanyak 15 kepala keluarga (KK) dengan total 55 jiwa terdampak, dan dua di antaranya terpaksa mengungsi sementara akibat kerusakan rumah yang cukup parah.
Peristiwa ini mulai terjadi sejak Rabu (11/2) dan terus berkembang dengan pola retakan yang makin melebar.
Kelian Banjar Dinas Sorga Mekar, Putu Karmita, menyampaikan bahwa rumah milik Gede Dana dan Kadek Darmada mengalami kerusakan parah sehingga mereka diminta mengungsi terutama pada malam hari.
"Dua keluarga sudah tidak aman tinggal di rumahnya karena kerusakan yang cukup parah. Kami telah mengarahkan mereka untuk mencari tempat tinggal sementara," ujar Karmita pada Kamis (6/3).
Kepala Pelaksana BPBD Buleleng, I Gede Suyasa, menjelaskan bahwa peristiwa tanah merayap menyebabkan permukaan tanah turun mencapai 30 hingga 50 sentimeter.
Fenomena ini merupakan pergerakan tanah secara lambat yang dipicu oleh kejenuhan air pada tanah liat, dengan penyebab utama kombinasi kemiringan lereng, struktur tanah, dan curah hujan tinggi.
"Penyebab pasti masih akan didalami lebih lanjut. BPBD akan mendatangkan ahli geologi untuk melakukan kajian menyeluruh, dan juga akan bekerja sama dengan tim geologi dari Undiksha," jelas Suyasa.
Sementara itu, Camat Seririt dan Perbekel Desa Lokapaksa telah melakukan langkah-langkah mitigasi guna antisipasi apabila tanah merayap terus berkembang.
Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) juga telah memberikan bantuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat.
Selain kedua keluarga yang mengungsi, terdampak juga sepuluh keluarga lainnya yakni Komang Budiasa, Made Taman, Komang Kartika, Gede Arnawa, Kadek Suandana, Kadek Kamiasa, Komang Merta Yasa, Ketut Subawa, Komang Adi Yasa, Ketut Sudiarta, Komang Sekar, Made Karma, dan Gede Andi Yasa.***
Editor : Donny Tabelak