Bali Gaya Hidup Hukum & Kriminal International Kuliner Nasional Pariwisata & Budaya Pendidikan Selebritas Sportiment Update Badung

Nyepi dan Idul Fitri Bertepatan, Bali Sepakati Takbiran Tanpa Suara Keras

Ni Kadek Novi Febriani • Kamis, 12 Maret 2026 | 07:03 WIB

Ketua FKUB Bali, Ida Penglingsir Agung Putra Sukahet usai rapat koordinasi Forum Kerukunan Umat Beragama di Jayasabha kemarin.
Ketua FKUB Bali, Ida Penglingsir Agung Putra Sukahet usai rapat koordinasi Forum Kerukunan Umat Beragama di Jayasabha kemarin.

Radarbadung.jawapos.com– Perayaan Hari Suci Nyepi Tahun Çaka 1948 dan Idul Fitri 1447 Hijriah yang bertepatan pada 19 Maret 2026 mendatang menginspirasi kesepakatan baru di Bali.

Pemerintah Provinsi Bali bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Bali, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bali, dan Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Bali sepakat melakukan takbiran Idul Fitri di masjid atau mushola terdekat dengan cara berjalan kaki dan tanpa menggunakan pengeras suara.

Kesepakatan ini dihasilkan dari rapat koordinasi di Gedung Jayasabha pada Selasa (11/3) sore, yang juga merujuk pada Surat Edaran Gubernur Bali terkait libur nasional tahun 2026.

"Takbiran dapat dilakukan mulai pukul 18.00 hingga 21.00 WITA, namun harus tanpa suara keras, tidak ada petasan, dan penerangan hanya secukupnya," jelas Ketua MUI Bali KH. Mahrusun Hadyono.

 Baca Juga: Obat Stroke Habis di RSUD Tabanan Viral Medsos, Bupati Minta Maaf

Ia menambahkan, umat Islam yang tinggal lebih dari 5 kilometer dari masjid disarankan untuk beribadah di rumah.

"Setelah takbir dan tarawih selesai, segera pulang agar suasana kondusif tetap terjaga," katanya.

Meskipun beberapa organisasi Islam seperti Muhammadiyah telah menetapkan tanggal Idul Fitri melalui hasil hisab, penetapan resmi akan diumumkan setelah sidang isbat pada 19 Maret.

Gubernur Bali Wayan Koster menekankan bahwa kesepakatan ini menjadi bukti toleransi yang kuat di Pulau Dewata.

"Kita pastikan kedua hari raya berjalan dengan khidmat dan kedamaian. Semua pihak telah siap menjaga keharmonisan," ujarnya.

Ketua FKUB Bali Ida Penglingsir Agung Putra Sukahet menyatakan bahwa hal serupa pernah terjadi sebelumnya, sehingga tidak perlu menjadi masalah.

"Nyepi akan tetap berjalan dengan baik, dan ibadah Idul Fitri juga dapat terlaksana dengan penyesuaian yang minim," katanya.

Pecalang desa adat akan bekerja sama dengan pengurus masjid, aparat desa, dan Linmas untuk menjaga keamanan selama ibadah berlangsung.

"Durasi ibadah sekitar tiga hingga empat jam, setelah itu masyarakat diminta kembali ke rumah," jelasnya.

Seruan Bersama ini tidak akan direvisi meskipun mendapat beberapa kritik.

Seluruh pihak terkait akan segera menyosialisasikan aturan ini ke masyarakat agar kedua perayaan dapat berjalan lancar.***

Editor : Donny Tabelak
#nyepi #gubernur bali #wayan koster #forum kerukunan umat beragama #takbiran #idul fitri