Bali Gaya Hidup Hukum & Kriminal International Kuliner Nasional Pariwisata & Budaya Pendidikan Selebritas Sportiment Update Badung

Obat Habis di RSUD Tabanan Jadi Sorotan, Dewan Minta Evaluasi Total Manajemen

Juliadi Radar Bali • Kamis, 12 Maret 2026 | 09:01 WIB

Suasana RSUD Tabanan di Jalan Pahlawan, Tabanan.
Suasana RSUD Tabanan di Jalan Pahlawan, Tabanan.

Radarbadung.jawapos.com– Rapat koordinasi antara Komisi IV DPRD Tabanan dengan jajaran Direksi RSUD Tabanan, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Tabanan, Kepala Bappeda, Kepala BPKD, serta Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan yang dijadwalkan pada Rabu (11/3) siang pukul 12.30 Wita mendadak batal tanpa pemberitahuan yang jelas.

Rapat yang akan membahas permasalahan pelayanan kesehatan dan ketersediaan obat di RSUD Tabanan tersebut sebenarnya sudah disiagakan dengan surat undangan yang telah beredar ke seluruh pihak terkait.

Namun, pembatalannya tiba-tiba dan tidak disertai penjelasan yang memadai.

Hal ini mendapat tanggapan tajam dari Wakil Ketua DPRD Tabanan sekaligus anggota Fraksi Gerindra, I Putu Gede Juliastrawan.

Menurutnya, rapat ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Ketua DPRD untuk segera menangani kasus yang menyangkut keselamatan jiwa masyarakat.

"Sangat disayangkan, padahal kita sudah berusaha cepat-cepat menyelesaikan masalah yang terjadi di RSUD Tabanan. Apalagi sampai saat ini rumah sakit kekurangan obat dengan alasan penyesuaian sistem administrasi," ungkapnya. 

Juliastrawan menilai bahwa pengelolaan manajemen RSUD Tabanan saat ini sangat buruk dan perlu dilakukan evaluasi menyeluruh.

"Kondisi ini tidak boleh dibiarkan terus berlanjut," tegasnya.

Sementara itu, Wakil Fraksi Gerindra DPRD Tabanan, I Wayan Wiryadana, menegaskan bahwa RSUD Tabanan sebagai rumah sakit tipe B memiliki peran penting sebagai pusat rujukan bagi seluruh rumah sakit tipe C di wilayah Kabupaten Tabanan.

Oleh karena itu, ketersediaan obat harus menjadi hal yang tidak bisa dikompromikan.

"Kami dari Fraksi Gerindra sangat prihatin. Bagaimana bisa rumah sakit sekelas RSUD sampai tidak memiliki stok obat yang dibutuhkan pasien? Ini perlu kita gali tuntas," katanya.

Fraksi Gerindra juga meminta pihak manajemen RSUD Tabanan untuk segera menyelesaikan semua permasalahan internal, baik dari sisi administrasi maupun keuangan, agar tidak lebih jauh merusak kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan daerah.

"Kami mengharapkan pihak RSUD bisa segera memberikan klarifikasi dan solusi yang tepat. Yang paling penting, pelayanan terbaik harus diberikan kepada seluruh masyarakat Tabanan," pungkasnya.***

Editor : Donny Tabelak
#rsud tabanan #bpjs kesehatan #DPRD Tabanan #obat habis