RSUD Tabanan Dikomplain Soal Pelayanan di IGD, Dirut Sebut Pasien Dirujuk karena Alat Belum Dapat Digunakan

Juliadi Radar Bali • Dipublikasikan Selasa, 31 Maret 2026 | 07:03 WIB
Direktur Utama RSUD Tabanan, dr. I Gede Sudiarta, membenarkan adanya pengaduan tersebut dan menjelaskan kronologinya.
Direktur Utama RSUD Tabanan, dr. I Gede Sudiarta, membenarkan adanya pengaduan tersebut dan menjelaskan kronologinya. (Foto Juliadi) 

Radarbadung.jawapos.com– RSUD Tabanan yang sebelumnya pernah menghadapi masalah keterbatasan obat stroke dan hutang sebesar Rp 36,4 miliar, kini kembali menerima komplain.

Sebuah laporan tentang pelayanan tidak mengenakkan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) yang dialami pasien perempuan Ni Made N, 62, viral di media sosial, setelah ia dirujuk ke rumah sakit lain tanpa mendapatkan penanganan di IGD terlebih dahulu.

Direktur Utama RSUD Tabanan, dr. I Gede Sudiarta, membenarkan adanya pengaduan tersebut dan menjelaskan kronologinya.

Pasien datang ke IGD sebagai rujukan dari Puskesmas Selemadeg dengan keluhan nyeri paha kanan.

Setelah pemeriksaan rontgen, ia didiagnosa mengalami patah tulang pada persendian pangkal paha dengan kondisi open fracture (OF) right intercondylar femur Gustilo Anderson grade 2, yang memerlukan operasi pemasangan implant plate locking dengan dukungan alat C-Arm.

"Alat C-Arm yang kami miliki merupakan pengadaan dari anggaran DAK tahun 2025 dan baru selesai instalasi. Namun, penggunaannya memerlukan izin operasional khusus dari BAPETEN karena berkaitan dengan radiasi, dan izin tersebut masih dalam proses pengajuan di tingkat pusat," ujarnya pada Senin (30/3).

Demi keselamatan pasien dan tenaga medis, pihak rumah sakit belum berani mengoperasikan alat sebelum izin resmi keluar.

Atas pertimbangan itu, RSUD Tabanan memutuskan untuk merujuk pasien ke RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah agar mendapatkan penanganan optimal.

"Keluarga pasien telah diberikan penjelasan menyeluruh dan telah menyetujui keputusan rujukan. Kami ingin meluruskan isu yang beredar dan selalu terbuka untuk meningkatkan pelayanan dengan tetap mengutamakan keselamatan pasien," pungkas dr. Sudiarta.***

Editor : Donny Tabelak
Sumber : Radar Badung
patah tulang rsud tabanan pasien puskesmas obat habis