Bali Gaya Hidup Hukum & Kriminal International Kuliner Nasional Pariwisata & Budaya Pendidikan Selebritas Sportiment Update Badung

Gang Permukiman Dijadikan Jalur Bus-Truk Menuju Pelabuhan, Warga Marah Besar

Muhammad Basir • Kamis, 2 April 2026 | 17:53 WIB
Bus yang melintasi pemukiman warga Kelurahan Gilimanuk – kondisi ini memicu protes keras dari warga karena dianggap membahayakan dan merusak fasilitas umum. (Foto Lurah)
Bus yang melintasi pemukiman warga Kelurahan Gilimanuk – kondisi ini memicu protes keras dari warga karena dianggap membahayakan dan merusak fasilitas umum. (Foto Lurah)

Radarbadung.jawapos.com– Warga Kelurahan Gilimanuk melontarkan protes keras setelah gang di tengah permukiman digunakan sebagai akses alternatif bagi bus travel dan truk menuju Pelabuhan Gilimanuk pada Rabu (1/4) malam.

Protes disampaikan kepada Lurah Gilimanuk Ida Bagus Tony Wirahadikusuma setelah kondisi tersebut dinilai membahayakan dan tidak wajar bagi lingkungan sekitar.

Menurut keluhan warga, gang yang berada di kawasan padat penduduk sejatinya hanya diperuntukkan bagi kendaraan kecil seperti sepeda motor dan mobil pribadi, bahkan saat masa arus mudik pun warga masih dapat memakluminya.

Namun, ketika jalan utama menuju pelabuhan mengalami kemacetan parah sejak beberapa hari terakhir, bus dan truk berukuran besar justru nekat melintas melalui gang tersebut.
 
"Gang ini kecil, berada di tengah permukiman. Kalau dilewati truk dan bus jelas berbahaya dan merusak," kata Tony mengutip keluhan salah satu warga.
 
Penggunaan gang oleh kendaraan besar telah menimbulkan dampak nyata, mulai dari kerusakan badan jalan hingga gangguan pada fasilitas umum seperti kabel listrik dan kabel provider yang melintang rendah di atas gang.

Kerusakan fasilitas tersebut terjadi sejak Selasa malam hingga Rabu malam, yang akhirnya memicu kemarahan warga hingga melakukan aksi pemblokiran jalan.
 
Aksi blokade dilakukan untuk menghentikan laju kendaraan besar yang masih mencoba menggunakan gang sebagai jalan pintas, terutama pada masa arus mudik dan balik.

"Kalau cuma kendaraan kecil, warga tidak masalah lewat gang. Tapi ini truk dan bus yang lewat," ungkapnya.
 
Tony menegaskan bahwa penggunaan gang tersebut bukan kebijakan resmi, melainkan ulah oknum sopir dan pengurus bus yang mencari jalur tercepat.

Warga mendesak agar pemerintah kelurahan bersama instansi terkait mengambil langkah tegas agar kejadian serupa tidak terulang.
 
Pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak terkait dan memanggil perwakilan pengurus bus pada Kamis pagi untuk menindaklanjuti keluhan warga.

"Tadi pagi kami sudah panggil perwakilan pengurus bus untuk menindaklanjuti keluhan warga ini," tegasnya.
 
Lurah berharap ke depan gang permukiman tidak lagi dijadikan akses untuk kendaraan besar seperti bus dan truk.

Jika tetap dipaksakan, akan merugikan masyarakat karena berpotensi merusak fasilitas umum dan membahayakan keamanan.
 
Setelah munculnya protes warga, penggunaan gang oleh bus dan truk sudah dihentikan sejak Selasa malam.

Pada Kamis pagi, antrean bus di gang mulai sepi dan seluruh kendaraan besar masuk ke areal parkir Pelabuhan Gilimanuk.

"Saat ini antrean hanya di jalan utama saja, panjang antrean sampai pagi ini mendekati gereja," ujarnya.***

Editor : Donny Tabelak
#pelabuhan gilimanuk #jalan #truk #bus travel