Bantuan senilai Rp 1,5 miliar ini bersumber dari Anggaran Belanja Tak Terduga (BTT) APBD Tabanan periode 2026.
Kepala BPBD Tabanan I Nyoman Srinadha Giri menyampaikan, pihaknya telah mengusulkan pencairan dana tersebut untuk korban bencana yang terjadi pada periode Desember 2025 hingga Januari 2026.
Besaran bantuan yang diterima warga disesuaikan dengan tingkat kerusakan yang dialami.
"Usulan pencairan bantuan Rp 1,5 miliar BTT ini tengah berproses, mudah-mudahan dalam waktu dekat bulan ini pencairan dapat dilakukan," ungkap Srinadha Giri, Kamis (2/4).
Berdasarkan pendataan tim reaksi cepat BPBD, selama periode tersebut tercatat sedikitnya 95 titik lokasi bencana alam.
Rinciannya, 36 laporan pada Januari, 31 laporan pada Februari, dan 28 laporan pada Maret.
Jenis bencana yang terjadi mulai dari tanah longsor, pohon tumbang yang menimpa sekolah dan rumah warga, hingga banjir.
Sementara itu, memasuki awal April, belum ada laporan bencana alam yang masuk.
Namun, mengingat saat ini telah memasuki musim kemarau panjang yang rawan kebakaran, masyarakat diminta tetap waspada.
Disinggung mengenai total anggaran BTT tahun ini, Srinadha Giri mengaku pihaknya mendapatkan alokasi sebesar Rp 6 miliar.
Dana tersebut dikhususkan hanya untuk bantuan langsung kepada korban bencana, tidak termasuk pembelian alat atau sarana lainnya.
"Anggaran Rp 6 miliar ini fokus untuk bantuan bencana saja. Kalau untuk jalan rusak akibat bencana alam, perbaikannya bukan diambil dari BTT, melainkan ditangani langsung oleh Dinas PUPR," pungkasnya.***
Editor : Donny Tabelak