Bali Gaya Hidup Hukum & Kriminal International Kuliner Nasional Pariwisata & Budaya Pendidikan Selebritas Sportiment Update Badung

Antisipasi Macet Saat Upacara Ida Batara Turun Kabeh, Truk Galian C Dialihkan Lewat Jalur Sidemen

Zulfika Rahman • Sabtu, 4 April 2026 | 13:32 WIB
Selama upacara besar Ida Batara Turun Kabeh, untuk kendaraan pengangkut material atau truk galian c yang biasanya melintas di jalur tersebut, selama periode kegiatan akan dialihkan melewati jalur Sidemen. (Ai)
Selama upacara besar Ida Batara Turun Kabeh, untuk kendaraan pengangkut material atau truk galian c yang biasanya melintas di jalur tersebut, selama periode kegiatan akan dialihkan melewati jalur Sidemen. (Ai)

Radarbadung.jawapos.com– Menjelang pelaksanaan upacara besar Ida Batara Turun Kabeh (IBTK) yang berlangsung selama 21 hari ke depan, aparat kepolisian mempertebal pengamanan dan mengatur rekayasa lalu lintas.

Salah satu langkah yang diambil adalah pengalihan arus kendaraan berat demi mencegah kemacetan di kawasan Pura Agung Besakih.
 
Kasat Lantas Polres Karangasem, AKP I Gusti Agung Putu Mahaputra, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyusun skema lalu lintas khusus untuk mengantisipasi kepadatan arus pemedek.
 
Untuk kendaraan berukuran besar seperti bus, pengunjung akan diarahkan menuju lokasi parkir di Kedungdung.

Sementara itu, kendaraan pribadi berukuran kecil dan sepeda motor akan diarahkan menuju area parkir Manik Mas.

Dari kedua titik parkir tersebut, disediakan layanan shuttle bus yang akan mengangkut para pemedek menuju kompleks Pura Agung Besakih.
 
“Termasuk sepeda motor. Nanti di sana juga akan ada shuttle bus yang akan mengangkut pemedek menuju Pura Agung Besakih,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (2/4).
 
Sementara itu, untuk arus lalu lintas keluar setelah persembahyangan, kendaraan akan diarahkan melalui jalur Batusesa.
 
Khusus untuk kendaraan pengangkut material atau truk galian c yang biasanya melintas di jalur tersebut, selama periode kegiatan akan dialihkan melewati jalur Sidemen. 

Langkah ini diambil agar tidak terjadi penumpukan kendaraan yang memicu kemacetan.
 
“Agar tidak terjadi kemacetan, kami arahkan ke jalur Sidemen,” tuturnya.
 
Lebih lanjut, Mahaputra menyampaikan aturan khusus bagi truk yang menuju arah Rendang.

Pihaknya mewajibkan pengangkutan material menggunakan kendaraan jenis pikap atau kendaraan berukuran kecil.
 
Kebijakan ini didasarkan pada pengalaman tahun sebelumnya, di mana terjadi insiden patah as roda pada salah satu truk besar yang melintas, sehingga menyebabkan kemacetan parah dan mengganggu kenyamanan para pemedek.
 
“Karena berkaca tahun lalu, ada truk yang melintas as-nya patah. Sampai mengakibatkan kemacetan parah. Sekarang hanya diperkenankan memakai kendaraan kecil,” bebernya.
 
Berdasarkan prediksi, kepadatan puncak biasanya terjadi saat akhir pekan. Mengantisipasi hal tersebut, pihak kepolisian akan menempatkan petugas khusus pengurai kemacetan di titik-titik krusial.
 
“Nanti kami juga akan tempatkan anggota yang bertugas mengurai sebanyak empat orang. Personel yang terlibat hampir dari semua satuan,” sebutnya.
 
Dia berharap dengan pengaturan lalu lintas yang matang ini, pelaksanaan IBTK tahun ini dapat berjalan lancar, aman, dan tertib tanpa kendala berarti.***

Editor : Donny Tabelak
#galian c #truk #polres karangasem #Pura Besakih