Radarbadung.jawapos.com– Sebuah peristiwa tragis terjadi di Jalan Kerta Dalem Sari III Gang Cemara, Desa Sidakarya, Kecamatan Denpasar Selatan.
Suasana yang semula tenang berubah menjadi mencekam saat sebuah rumah tinggal terbakar hebat pada Selasa (7/4) siang sekitar pukul 12.30 WITA.
Peristiwa ini memakan korban jiwa seorang wanita lansia yang diketahui masih berada di dalam rumah saat kebakaran terjadi.
Korban yang meninggal dunia tersebut diidentifikasi bernama Ni Wayan Pasti, 77.
Jasadnya ditemukan di ruang dapur dalam kondisi tubuh hangus sebagian.
Menurut Kasi Humas Polresta Denpasar, I Gede Adi Saputra Jaya, korban yang hidup seorang diri di rumah tersebut diduga tidak sempat menyelamatkan diri saat api mulai membesar.
"Saksi melihat kobaran api sudah sangat besar saat baru sampai di depan rumah korban. Warga sekitar langsung berupaya memadamkan api, namun usahanya belum membuahkan hasil karena api sudah terlalu besar," ujar I Gede Adi.
Ramada Yanti, 56, salah satu saksi mata yang kebetulan baru pulang dari pasar, menceritakan kepanikan yang ia alami.
Ia mengaku sempat berteriak meminta tolong saat melihat api sudah melalap bagian depan rumah.
Namun, meski warga berdatangan untuk membantu, api justru makin membesar dengan cepat.
Butuh waktu sekitar 15 menit sejak warga mengetahui peristiwa hingga petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi.
"Saya baru pulang dari pasar, tiba-tiba terlihat api besar dari rumah di depan. Saya langsung teriak minta tolong. Tetangga berdatangan, tapi api terus membesar. Baru sekitar 15 menit kemudian pemadam kebakaran datang," ujarnya.
Kondisi yang sama juga diungkapkan oleh saksi lainnya, Kadek Ariantara, 55.
Ia menyebutkan bahwa warga sempat berinisiatif memadamkan api menggunakan ember berisi air.
Namun, usaha tersebut tidak berhasil karena kobaran api menyebar terlalu cepat ke seluruh bagian bangunan.
Saat itu pula warga baru mengetahui bahwa ada seorang ibu tua yang masih terperangkap di dalam rumah.
" Saat berusaha memadamkan, kami diberitahu ada seorang ibu di dalam rumah. Tapi api terlalu besar, kami tidak bisa berbuat banyak," katanya.
Sementara itu, keluarga korban yang diwakili oleh Ni Wayan Nanik Sudiani, 49, mengaku sangat terpukul atas kejadian tersebut.
Diduga kuat, api bermula dari sisa pembakaran dupa yang digunakan untuk sarana sembahyang di ruang pemujaan.
Diduga, api dari dupa tersebut membesar dan menyambar benda-benda di sekitarnya saat ditinggalkan.
"Sebelum kejadian, anak korban sedang sembahyang di kamar suci dan meninggalkan dupa. Saat saya ditelepon saksi, api sudah besar dan rumah terbakar," ujarnya.
Akibat peristiwa nahas tersebut, bangunan rumah berukuran 6x5 meter berikut seluruh isinya hangus tak tersisa.
Termasuk sebuah sepeda motor Honda Supra dan dokumen-dokumen berharga milik keluarga turut menjadi abu.
Hingga saat ini, total kerugian materiil yang dialami belum dapat dipastikan mengingat keluarga korban masih dalam kondisi berduka dan terkejut.
Untuk memadamkan si jago merah, pihak pemadam kebakaran harus mengerahkan tujuh unit mobil ke lokasi.
Setelah api berhasil diredam, jenazah korban kemudian dievakuasi menggunakan ambulans BPBD Kota Denpasar menuju RSUP Prof. Dr. I.G.N.G Ngoerah untuk proses identifikasi lebih lanjut.
Peristiwa ini menjadi pengingat keras bagi masyarakat untuk selalu berhati-hati dan waspada saat menggunakan api, terutama untuk keperluan ritual keagamaan di rumah.
Mengingat korban berstatus lansia yang mobilitasnya terbatas, pengawasan ekstra dari keluarga sangat diperlukan guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.
"Kita semua merasa kehilangan. Semoga ini menjadi pelajaran bagi kita agar lebih waspada," pungkasnya.***