Radarbadung.jawapos.com– Sebanyak 27 Kepala Keluarga (KK) di Banjar Dinas Pererenan Bunut, Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, terpaksa terisolir.
Akses jalan rabat beton di wilayah tersebut tertutup material tanah dan bebatuan akibat longsor yang terjadi pada Rabu (8/4).
Kejadian bermula saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut sekitar pukul 16.00 Wita.
Tanah longsor berasal dari lahan perkebunan yang terletak di posisi lebih tinggi dengan kemiringan mencapai 45 derajat.
Material longsoran setinggi sekitar 70 meter itu menutup total akses jalan utama.
Akibatnya, aktivitas warga terganggu drastis.
Anak-anak tidak bisa bersekolah dan warga kesulitan untuk keluar-masuk desa.
"Otomatis jalan tertutup total, anak-anak jadi tidak bisa sekolah, masyarakat tidak bisa keluar juga," ujar Perbekel Desa Gitgit, I Putu Arcana, Kamis (9/4).
Menurut Arcana, warga sempat melakukan upaya gotong royong membersihkan material, namun pekerjaan harus dihentikan sementara karena hujan kembali turun guna mengantisipasi longsor susulan.
Hingga kemarin, progres pembersihan baru mencapai 60 persen.
Pengerjaan berjalan lambat karena medan yang sulit membuat alat berat tidak bisa masuk.
Selain tanah, material yang terbawa juga berupa pohon besar, bangunan, hingga struktur bangunan suci, sehingga butuh alat bantu seperti gergaji mesin.
"Sedalam 1,5 meter, panjang sepuluh meter dan lebar empat meter. Alat berat tidak bisa masuk, jadi hanya bisa dikerjakan manual saja," jelasnya.
Tim gabungan yang terdiri dari aparat desa, staf Kecamatan Sukasada, TRC BPBD Buleleng, Koramil, Polsek, serta masyarakat terus berupaya membuka akses tersebut secepatnya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Buleleng, I Gede Suyasa, membenarkan bahwa kejadian ini dipicu oleh gerusan air hujan yang deras, ditambah kondisi tanah yang sudah labil dan jenuh air.***