Bali Gaya Hidup Hukum & Kriminal International Kuliner Nasional Pariwisata & Budaya Pendidikan Selebritas Sportiment Update Badung

Ratusan Truk Sampah Kepung Kantor Gubernur Bali, Minta Presiden Turun Tangan

Ni Kadek Novi Febriani • Jumat, 17 April 2026 | 06:24 WIB
Ratusan truk sampah dari Forum Komunikasi Swakelola Sampah Bali (SSB) "menggempur" kawasan pemerintahan Renon, tepatnya di depan Kantor Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup (PPLH) Bali Nusra, Kementerian Lingkungan Hidup, Jalan Juanda, Niti Mandala, Renon,  kemarin. (Foto Adrian Suwanto)
Ratusan truk sampah dari Forum Komunikasi Swakelola Sampah Bali (SSB) padati kawasan pemerintahan Renon, tepatnya di depan Kantor Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup (PPLH) Bali Nusra, Kementerian Lingkungan Hidup, kemarin. (Foto Adrian Suwanto)

Radarbadung.jawapos.com– Polemik sampah di Bali kembali memanas.

Ratusan truk sampah yang tergabung dalam Forum Komunikasi Swakelola Sampah Bali (SSB) melakukan aksi unjuk rasa dengan "menggempur" kawasan pemerintahan Renon, tepatnya di depan Kantor Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup (PPLH) Bali Nusra, Rabu kemarin (16/4).

Uniknya, aksi yang melibatkan sekitar 400 armada ini tidak disertai teriakan atau keributan, melainkan diiringi alunan musik angklung dan gamelan khas ngaben.

Truk-truk tersebut diparkir berjajar memanjang dari depan Kantor Gubernur Bali hingga Jalan Raya Puputan, sempat menutup akses jalan.

Dalam orasinya, Ketua Forkom SSB Bali, Wayan Suarta, menyampaikan tiga tuntutan utama terkait kebijakan penutupan TPA Suwung untuk sampah organik yang berlaku sejak 1 April lalu.

Pertama, mereka menuntut agar TPA Suwung tetap dibuka tanpa pembatasan selama proses revitalisasi dan pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) belum selesai.

Kedua, memohon agar Presiden Prabowo Subianto turun tangan langsung menyelesaikan krisis sampah yang terjadi di Bali.

Ketiga, pihaknya mengancam akan melakukan mogok kerja massal jika aspirasi dan keluhan mereka tidak ditindaklanjuti.

Suarta mengeluhkan kesulitan yang dialami para sopir dan pengangkut sampah di lapangan.

Mereka mengaku bingung karena saat diarahkan ke Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) atau TPS3R, sampah sering ditolak dengan alasan kapasitas penuh (overload).

Selain itu, aturan pemilahan sampah dinilai terlalu ketat dan menyulitkan.

"Di sana cuma ada sedikit saja sampah tercampur, itu disuruh pulang satu truk. Padahal teman-teman sudah bersusah payah memilah berjam-jam," ketusnya.

Aksi berjalan kondusif dan dijaga ketat oleh aparat keamanan.

Usai orasi, sepuluh orang perwakilan massa diterima langsung di dalam kantor oleh Gubernur Bali Wayan Koster, didampingi Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara dan Bupati Badung Wayan Adi Arnawa untuk membahas solusi atas permasalahan tersebut.***

Editor : Donny Tabelak
#gubernur bali #wayan koster #presiden prabowo subianto #penutupan TPA Suwung #truk sampah