Radarbadung.jawapos.com- Minat masyarakat Kabupaten Karangasem untuk bekerja ke luar negeri tercatat cukup tinggi.
Sepanjang triwulan pertama (Januari–Maret) 2026, tercatat sebanyak 490 warga yang resmi diberangkatkan menjadi pekerja migran.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Karangasem, I Ketut Mertadina, menyatakan angka ini menunjukkan tren kenaikan setiap bulannya.
"Pada Januari ada 50 orang, Februari 160 orang, dan Maret meningkat menjadi 280 orang. Jadi totalnya 490 orang. Ini menandakan minat warga cukup besar untuk memperbaiki ekonomi karena penghasilan di luar negeri jauh lebih menjanjikan," ujar Mertadina, Minggu (19/4).
Dengan jumlah tersebut, Karangasem menempati posisi kedua sebagai kabupaten dengan jumlah pekerja migran terbanyak di Bali, berada di bawah Kabupaten Buleleng.
Sebagai perbandingan, sepanjang tahun 2025 lalu, total warga Karangasem yang bekerja ke luar negeri mencapai lebih dari 1.200 orang.
Para pekerja asal Karangasem tersebar di berbagai negara dengan sektor pekerjaan yang beragam, mulai dari awak kapal pesiar, sektor pertanian, perkebunan, hingga tenaga spa.
Negara tujuan yang paling banyak diminati saat ini adalah Bulgaria.
Sementara untuk kawasan Timur Tengah, warga banyak yang memilih bekerja di Turki, Dubai, dan Kuwait.
Mertadina mengimbau calon pekerja migran untuk selalu memastikan legalitas dokumen dan keabsahan agen pemberangkatan agar tidak mengalami masalah di kemudian hari.
"Pastikan semua syarat lengkap dan cek agennya. Jangan lupa catat nomor penting di Kedutaan Besar RI agar jika ada masalah bisa segera meminta bantuan," tegasnya.
Terkait situasi keamanan di kawasan Timur Tengah yang sempat memanas, pihaknya memastikan seluruh warga Karangasem yang bekerja di wilayah tersebut dalam kondisi aman dan terkendali.***