Radarbadung.jawapos.com– Menghadapi musim kemarau tahun 2026 yang diprediksi lebih panjang, mulai April hingga Oktober, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tabanan sigap bersiaga penuh.
Berbagai peralatan disiapkan untuk mengantisipasi krisis air bersih dan kekeringan di lahan pertanian.
Kepala Pelaksana BPBD Tabanan, I Nyoman Srinada Giri, memastikan pihaknya telah menyiapkan tandon air berkapasitas 5.300 liter.
Unit ini siap didistribusikan ke wilayah-wilayah yang mengalami kekurangan air.
"Kami juga bersiap menerima bantuan truk tangki dari Provinsi jika kondisi darurat terjadi. Hingga saat ini, alhamdulillah belum ada laporan krisis air," ujarnya, Senin (20/4).
Tidak hanya fokus pada kebutuhan rumah tangga, BPBD juga memberikan perhatian khusus pada sektor pertanian.
Sebanyak empat unit mesin penyedot air disiagakan untuk membantu petani mengairi sawah yang mulai mengalami kekeringan atau debit air irigasi yang menurun.
"Mesin ini sangat penting agar produktivitas pertanian tetap stabil dan tidak gagal panen," jelasnya.
Srinada Giri mengimbau masyarakat untuk mulai bijak menggunakan air.
Penghematan menjadi kunci utama agar ketersediaan air tetap terjaga hingga musim hujan tiba nanti.
Selain ancaman kekeringan, BPBD juga mengingatkan potensi bencana lain, yaitu longsor, terutama saat masa peralihan musim.
Wilayah rawan seperti Kecamatan Pupuan, Marga, Penebel, dan Baturiti menjadi prioritas pantauan.
"Tanah yang retak akibat kemarau berisiko longsor saat hujan pertama turun. Masyarakat diminta tetap waspada," tegasnya.***
Editor : Donny Tabelak