Radarbadung.jawapos.com– Kritik pedas dilayangkan terkait kinerja mantan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Bali, Chatarina Muliana Girsang.
Direktur LABHI Bali, Made Ariel Suardana menegaskan bahwa penilaian buruknya terhadap figur tersebut sebenarnya sudah disampaikan jauh sebelum Chatarina dilantik.
"Sejak awal saya sudah tidak percaya dengan kinerja Chatarina Muliana Girsang. Penegasan ini saya sampaikan bahkan sebelum dia dilantik, hal itu termuat berkali-kali dalam postingan saya," ujar Made Ariel Suardana, Rabu (22/4).
Menurutnya, dirinya sudah memprediksi bahwa kinerja Chatarina akan "11:12" atau setara dengan pendahulunya, Ketut Sumedana.
Prediksi itu kini terbukti, di mana selama menjabat dinilai tidak ada prestasi signifikan yang berhasil ditorehkan untuk Bali.
"Saya melihat figur ini tidak kuat, karena keahliannya hanya di bidang pencegahan. Walau dia jebolan KPK juga, tapi tak bernyali dan tak bergigi," tegasnya.
Pernyataan ini kembali mengemuka setelah akun media sosial memuat kembali kutipan kritik tersebut, sehingga memancing respons publik.
Ariel Suardana mengaku baru bisa merespons secara terbuka saat ini karena sebelumnya fokus menangani kasus mahasiswa Universitas Udayana (Unud) yang divonis kasus penghasutan di Pengadilan Negeri Denpasar.
Chatarina kini telah digantikan oleh Setiawan Budi Cahyono yang resmi ditunjuk sebagai Kajati Bali yang baru.
Terkait sosok pengganti tersebut, Ariel menyampaikan harapannya agar bisa melakukan perubahan.
Ia menyoroti arahan Jaksa Agung, ST Burhanuddin, yang mengingatkan agar jajaran kejaksaan tidak sembarangan menjadikan Kepala Desa sebagai tersangka.
"Melihat video Jaksa Agung yang mengingatkan agar Kajari di seluruh Indonesia jangan suka men-tersangkakan Kepala Desa, maka saya harap Kajati yang baru ini fokus membongkar kasus besar di Bali," pungkasnya.
"Apakah Setiawan Budi Cahyono akan mampu mengatasi masalah hukum di Bali? Hanya dia yang tahu," tambahnya.***
Editor : Donny Tabelak