Bali Gaya Hidup Hukum & Kriminal International Kuliner Nasional Pariwisata & Budaya Pendidikan Selebritas Sportiment Update Badung

Mahasiswa Unud Geruduk DPRD Bali, Minta MBG Dikaji Ulang, Fokus Tangani Sampah

Ni Kadek Novi Febriani • Kamis, 23 April 2026 | 06:12 WIB
Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Udayana menggelar aksi dan dialog terbuka di Wantilan DPRD Bali, kemarin. (Foto Ni Kadek Novi Febriani)
Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Udayana menggelar aksi dan dialog terbuka di Wantilan DPRD Bali, kemarin. (Foto Ni Kadek Novi Febriani)

Radarbadung.jawapos.com– Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Udayana (Unud) menggelar aksi demonstrasi dan dialog terbuka di Wantilan DPRD Bali, Rabu (22/4).

Mereka menyoroti penanganan sampah yang belum tuntas dan meminta agar anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) dikaji ulang agar bisa dialihkan untuk menyelesaikan masalah lingkungan.

Ketua BEM PM Unud, I Gusti Agung Ngurah Oka Paramahamsa (Gung Pram), menilai masalah sampah di Bali semakin rumit karena adanya "drama" atau saling tuding antarpejabat yang justru memecah perhatian publik.

"Saya harapkan tidak ada lagi pihak yang terpecah. Mari bangkit bersama, bersatu untuk membangun dan membersihkan Bali," tegasnya.

Menurut Gung Pram, jika masalah lingkungan tidak tuntas, maka sektor lain seperti pendidikan, ekonomi, hingga pariwisata tidak akan bisa berjalan maksimal.

"Kalau sampah sendiri tidak bisa kita selesaikan, maka kita bisa bicara apa lagi?" ucap mahasiswa Fakultas Hukum angkatan 2023 ini.

Dalam aksinya, mahasiswa menyoroti program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai memakan anggaran besar namun sering tidak tepat sasaran hingga menimbulkan kasus keracunan.

Mereka meminta prioritas anggaran difokuskan pada masalah mendesak di daerah.

"Dari kami sangat ingin mengkaji ulang MBG. Banyak tragedi tidak tepat sasaran dan keracunan. Tolong anggaran difokuskan untuk urgensi provinsi dulu. Jangan sampai program pusat tidak selaras dengan permasalahan lokal," tandasnya.

BEM Unud membawa sejumlah tuntutan konkret, antara lain:

1. Mendesak transparansi dan audit terbuka terkait pengelolaan sampah.

2. Memaksimalkan TPS menjadi tempat pengolahan berbasis 3R (Reduce, Reuse, Recycle).

3. Memperbaiki komunikasi dan menghentikan kontroversi untuk mengembalikan kepercayaan publik.

4. Membentuk Satuan Tugas (Satgas) khusus percepatan penanganan sampah.

5. Membuka kanal pelaporan langsung di bawah Gubernur.

Gung Pram juga menyoroti sejarah panjang masalah ini.

"TPA Suwung berdiri 1984, tahun 2008 open dumping dilarang. Lalu selama ini ke mana? Hari ini kami mengetok kepala bersama bahwa Bali sedang tidak baik-baik saja," ujarnya.

Menanggapi aspirasi tersebut, Gubernur Bali menyatakan kesiapannya menerima audit dari pihak universitas.

"Kalau ada tim audit dari Unud, silakan. Kami sangat terbuka," ujarnya.

Gubernur juga menepis isu miring terkait penutupan TPA Suwung.

Ia menegaskan lahan tersebut tidak akan dijadikan mal, melainkan dialihfungsikan menjadi ruang terbuka hijau dan jogging track untuk kesehatan masyarakat.***

Editor : Donny Tabelak
#Makan Bergisi Gratis #gubernur bali #bem #universitas udayana #Mbg