Radarbadung.jawapos.com– Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamina Dex (Pertadex) membuat operasional di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Mandung, Tabanan, lumpuh total.
Dua unit alat berat yang bertugas meratakan sampah tidak bisa beroperasi, sehingga puluhan truk terpaksa mengantre berjam-jam bahkan menginap di lokasi.
Kepala UPTD Pengolahan Sampah dan Tinja Kabupaten Tabanan, I Wayan Atmaja, membenarkan hal tersebut.
Ia menjelaskan bahwa pasokan BBM di SPBU Abiantuwung yang menjadi suplai utama saat ini kosong melompong.
“Dua alat berat tidak bisa dijalankan karena Pertadex kosong. Otomatis truk tidak bisa masuk karena tidak ada yang meratakan sampah di dalam,” ujar Atmaja, Rabu (22/4).
Menurutnya, dua alat berat tersebut memiliki konsumsi BBM cukup tinggi, yakni sekitar 15 hingga 20 liter per jam, atau rata-rata mencapai 80 liter dalam sehari.
Operasional sangat bergantung pada ketersediaan BBM non-subsidi ini.
Tidak hanya alat berat, armada truk pengangkut sampah milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) juga ikut terdampak.
Pasalnya, dalam perjanjian kerja sama dengan pihak SPBU, kendaraan dinas wajib menggunakan jenis BBM yang sama.
“Dalam perjanjian, kami hanya diperbolehkan menggunakan BBM non-subsidi. Jadi ketika stok kosong, seluruh operasional ikut terhenti,” tegasnya.
Akibat kondisi ini, puluhan truk sampah, terutama dari pihak swasta, terpaksa mengular antre sejak Selasa (21/4) siang. L
Mereka terpaksa menunggu hingga pasokan BBM tersedia kembali.
Atmaja menambahkan, kejadian serupa sebenarnya pernah terjadi sebelumnya, namun biasanya cepat teratasi.
“Pernah sebelumnya, cuma baru kali ini yang terlama,” pungkasnya.***
Editor : Donny Tabelak