Bali Gaya Hidup Hukum & Kriminal International Kuliner Nasional Pariwisata & Budaya Pendidikan Selebritas Sportiment Update Badung

Wajib Berhemat! Perjalanan Dinas Dibatasi, WFH Kembali Diterapkan

Francelino Junior • Sabtu, 25 April 2026 | 12:37 WIB
Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Buleleng, Made Jayadi Asmara. (Foto Junior)
Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Buleleng, Made Jayadi Asmara. (Foto Junior)

Radarbadung.jawapos.com– Menyikapi kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) akibat ketegangan politik di Timur Tengah, Pemerintah Kabupaten Buleleng menerapkan langkah penghematan secara ketat.

Salah satu kebijakan yang ditempuh adalah membatasi dan mengurangi frekuensi perjalanan dinas bagi seluruh jajaran pemerintahan.

Wakil Ketua II DPRD Buleleng, Made Jayadi Asmara, menyebutkan bahwa seluruh elemen di wilayah Bali Utara harus bergerak dengan semangat Buleleng Berhemat.

Langkah ini juga merupakan tindak lanjut dari arahan pemerintah pusat terkait antisipasi dampak krisis energi global.

“Penghematan dilakukan dengan beberapa cara, mulai dari menerapkan sistem kerja dari rumah atau Work From Home (WFH), hingga membatasi perjalanan dinas. Jika memang sangat diperlukan, misalnya untuk studi tiru atau kunjungan kerja, sebisa mungkin diadakan di dalam wilayah daerah saja,” ujar Jayadi saat diwawancara, Kamis (23/4).

Ia menilai penerapan sistem WFH cukup efektif menekan pengeluaran.

Dalam satu hari pelaksanaan kebijakan ini, penggunaan fasilitas perkantoran seperti air dan listrik dapat berkurang, begitu juga dengan konsumsi bahan bakar kendaraan dinas.

Jayadi juga menyoroti tingginya biaya perjalanan dinas yang menggunakan pesawat terbang.

Kenaikan harga BBM otomatis berdampak pada mahalnya harga avtur, sehingga biaya perjalanan menjadi jauh lebih besar dibandingkan sebelumnya.

Selain membatasi perjalanan dinas, Jayadi juga menyarankan agar pemerintah daerah segera menghidupkan kembali dan mengembangkan sistem transportasi massal.

Langkah ini dinilai penting sebagai antisipasi jika nantinya terjadi krisis energi yang lebih parah.

Dengan tersedianya transportasi umum yang memadai, diharapkan penggunaan kendaraan pribadi dapat berkurang.

Dampak positifnya tidak hanya menghemat konsumsi BBM, tetapi juga dapat mengurangi kepadatan lalu lintas di berbagai ruas jalan.

“Ke depannya harus ada sistem yang dibangun dengan baik. Ini membutuhkan kebijakan yang jelas, serta diikuti dengan edukasi kepada masyarakat agar terbiasa menggunakan fasilitas transportasi umum,” pungkasnya yang juga menjabat sebagai Ketua DPD NasDem Buleleng.***

Editor : Donny Tabelak
#pemkab buleleng #bbm #krisis energi #dprd buleleng