Bali Gaya Hidup Hukum & Kriminal International Kuliner Nasional Pariwisata & Budaya Pendidikan Selebritas Sportiment Update Badung

Pegawai BPS Buleleng Tenggelam di Air Terjun, Berhasil Ditemukan Setelah 14 Jam

Francelino Junior • Senin, 27 April 2026 | 14:10 WIB
Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng untuk Radar Bali
Keterangan: Proses evakuasi jenazah Ardian Putra Wardana, pegawai BPS Buleleng, serta potret korban semasa hidupnya.(Foto Pos Pencarian)
Proses evakuasi jenazah Ardian Putra Wardana, pegawai BPS Buleleng yang tewas tenggelam di air terjun Tembok Barak. (Foto Pos Pencarian)
 
Radarbadung.jawapos.com– Kabar duka menyelimuti lingkungan kerja Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Buleleng. Ardian Putra Wardana, 23, pegawai muda asal Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di kawasan Air Terjun Tembok Barak, Desa Sambangan, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng.
 
Korban ditemukan pada Minggu (26/4) sekitar pukul 09.00 WITA, setelah dinyatakan hilang sejak sehari sebelumnya.
 
Peristiwa naas itu bermula ketika korban bersama enam orang rekannya, terdiri dari tiga laki-laki dan tiga perempuan, mengunjungi lokasi wisata tersebut untuk bersantai dan mandi pada Sabtu (25/4) sekitar pukul 16.30 WITA.
 
Suasana yang semula penuh keceriaan berubah drastis ketika korban tiba-tiba hanyut dan tidak mampu melawan arus air yang cukup deras.
 
Korban sempat berteriak meminta tolong, dan teman-temannya berusaha melakukan pertolongan, namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil.
 
Ia diduga terseret arus dan masuk ke dalam bagian palungan di dasar sungai, sehingga hilang dari pandangan.
 
Mendapatkan laporan kejadian pada pukul 18.40 WITA, tim dari Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng segera bergerak menuju lokasi dan tiba di tempat kejadian sekitar pukul 20.15 WITA.
 
Bersama warga sekitar dan berbagai unsur terkait, pencarian dilakukan hingga pukul 22.00 WITA dengan memfokuskan penyisiran di sekitar pusaran air terjun dan pengawasan dari darat.
 
Namun korban belum juga ditemukan, sehingga operasi dihentikan sementara dan dilanjutkan kembali pada keesokan harinya.
 
Pada hari kedua pencarian, tim gabungan berhasil menemukan titik yang diduga menjadi tempat keberadaan korban, yakni di bagian barat air terjun mengarah ke kawasan tebing.
 
“Tim penyelam kemudian diturunkan, dan akhirnya sekitar pukul 09.00 WITA korban berhasil ditemukan di kedalaman sekitar enam hingga tujuh meter di bawah permukaan air. Posisi jenazah bergeser sekitar dua hingga tiga meter ke arah selatan dari titik terakhir terlihat,” ungkap Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng, Kadek Donny Indrawan.
 
Saat ditemukan, korban masih mengenakan celana berwarna hitam dan tidak terlihat adanya luka akibat benturan pada seluruh bagian tubuhnya.
 
Jenazah kemudian berhasil dievakuasi ke darat dan segera dibawa menggunakan ambulans milik Palang Merah Indonesia (PMI) Buleleng menuju Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Buleleng untuk proses pemeriksaan lebih lanjut.
 
Operasi pencarian dan evakuasi ini melibatkan berbagai pihak, di antaranya Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng, Dinas Pemadam Kebakaran, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, PMI, Kepolisian Perairan, Polsek Sukasada, TNI Angkatan Laut, perangkat desa, organisasi kepemudaan, hingga rekan kerja dan masyarakat sekitar.
 
Koordinator Donny menjelaskan bahwa proses pencarian tidak berjalan mudah karena dihadapkan pada sejumlah kendala.
 
“Air di lokasi sangat keruh dengan arus yang deras, sehingga jarak pandang di dalam air sangat terbatas dan hanya terlihat bayangan saja. Selain itu, cuaca di daerah hulu sungai mendung, sehingga kami juga harus mengantisipasi kemungkinan terjadinya banjir susulan,” pungkasnya.***
Editor : Donny Tabelak
#badan pusat statistik #tenggelam #yogyakarta #air terjun