Bali Gaya Hidup Hukum & Kriminal International Kuliner Nasional Pariwisata & Budaya Pendidikan Selebritas Sportiment Update Badung

Piala Dunia Sudah Dekat, Warga di Karangasem Ternyata Masih Susah dapat Sinyal TV Digital

Zulfika Rahman • Kamis, 30 April 2026 | 06:19 WIB
Ilustrasi, sebagian besar wilayah Karangasem hingga kini masih kesulitan menangkap sinyal TV digital. (Ai)
Ilustrasi, sebagian besar wilayah Karangasem hingga kini masih kesulitan menangkap sinyal TV digital. (Ai)

Radarbadung.jawapos.com– Meskipun migrasi ke siaran televisi digital sudah berjalan, sebagian besar wilayah Karangasem hingga kini masih kesulitan menangkap sinyal.

Banyak warga yang sudah membeli set top box dan memasang antena setinggi mungkin, namun tetap belum bisa menikmati tayangan secara maksimal.

Seperti yang dialami I Gede Suarta, warga Kecamatan Selat.

Ia mengaku sudah melakukan berbagai upaya, mulai dari menancapkan antena menggunakan dua batang bambu agar posisinya menjulang tinggi, namun hasilnya tetap nihil.

“Belum dapat sinyal sama sekali, jadi belum bisa menikmati siaran TV digital. Padahal antena sudah dipasang setinggi mungkin pakai dua batang bambu, tapi tetap tidak ada hasilnya,” keluh Suarta, Rabu (29/4).

Kondisi ini membuat masyarakat resah, apalagi beberapa bulan lagi akan digelar turnamen sepak bola Piala Dunia.

Akibat minimnya jangkauan sinyal, warga di wilayah pelosok terpaksa hanya bisa mengandalkan platform YouTube untuk menyaksikan pertandingan, dengan biaya kuota internet yang tentu lebih mahal.

Masyarakat pun berharap pemerintah terkait segera mencari solusi agar seluruh wilayah Karangasem bisa menikmati siaran televisi digital dengan lancar. 

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Karangasem, Ida Nyoman Astawa, membenarkan kondisi tersebut.

Ia menyebut wilayah Bali Timur dan Bali Utara, termasuk Karangasem, memang masih menghadapi kendala besar dalam menangkap siaran digital.

“Penyebab utamanya adalah kondisi geografis. Sinyal digital bekerja dengan sistem line of sight atau garis pandang langsung, sehingga jika terhalang pegunungan atau perbukitan, pancarannya akan terputus dan tidak optimal,” jelas Astawa.

Selain itu, kualitas dan posisi perangkat penerima milik masyarakat juga berpengaruh.

Banyak antena yang digunakan belum sesuai spesifikasi, serta pemasangannya yang kurang tepat sehingga kemampuan menangkap sinyal menjadi terbatas.

Masalah lain datang dari sisi infrastruktur.

Hingga saat ini, pembangunan menara pemancar atau Multiplexing (MUX) belum sepenuhnya mencakup seluruh pelosok wilayah Bali.

Astawa pun berharap rencana pembangunan menara pemancar baru yang digagas Pemerintah Provinsi Bali ke depannya dapat memberikan solusi nyata.

Diharapkan dengan adanya infrastruktur baru tersebut, akses siaran televisi digital di Karangasem dapat terjangkau secara merata dan menyeluruh.***

Editor : Donny Tabelak
#karangasem #piala dunia #siaran televisi