Radarbadung.jawapos.com– Seorang warga negara asing asal Serbia bernama Sinisa Bilanovic, 58, ditemukan meninggal dunia dalam kondisi mengapung di perairan Pantai Mengiat, Nusa Dua, Kuta Selatan, Badung.
Penemuan jasad terjadi pada Rabu (29/4) sekitar pukul 13.00 WITA, sehari setelah dirinya dilaporkan hilang saat berwisata bersama rombongan.
Kasi Humas Polresta Denpasar, I Gede Adi Saputra, menjelaskan, kejadian ini bermula dari laporan kehilangan yang masuk pada Selasa (28/4).
Saat itu, korban tidak kembali ke rombongan usai beraktivitas di kawasan pantai.
Mendapat laporan tersebut, tim SAR gabungan langsung dikerahkan untuk melakukan operasi pencarian sejak pagi hari Rabu.
“Tim yang terdiri dari Satpolairud Polresta Denpasar, Balawista, dan Basarnas segera melakukan penyisiran menyeluruh di sekitar perairan pantai. Penemuan jasad terjadi beberapa jam setelah pencarian dimulai,” ujar Adi Saputra, Kamis (30/4).
Korban pertama kali terlihat oleh pengunjung hotel yang melihat sesosok tubuh tidak sadarkan diri mengapung di tengah laut.
Informasi tersebut kemudian diteruskan kepada Dewa Putu Arik Mertayasa, 30, warga yang bekerja di sekitar lokasi.
Bersama sejumlah orang, ia langsung bergerak menuju titik lokasi dan mengevakuasi tubuh korban ke pinggir pantai.
Saat ditemukan, korban berada dalam posisi telentang dengan kepala menghadap ke arah barat.
Ia hanya mengenakan celana pendek berwarna hijau gelap dan tidak menggunakan baju.
Setelah dibawa ke darat, jasad korban segera dibawa menggunakan ambulans Balawista menuju RS Prof. Dr. I.G.N.G Ngoerah Denpasar untuk penanganan lebih lanjut.
Identitas korban dipastikan oleh pemandu wisata I Ketut Parma, 57, yang mengenali Sinisa sebagai tamunya.
Sebelumnya, Parma juga telah melaporkan kehilangan korban ke Polsek Kuta Selatan pada hari Selasa.
Pihak kepolisian telah melakukan berbagai langkah penyelidikan, antara lain mendatangi tempat kejadian perkara, meminta keterangan saksi-saksi, serta memeriksa rekaman CCTV di hotel dan sekitar lokasi.
Untuk mengetahui penyebab pasti kematian, polisi juga telah mengajukan permintaan visum et repertum dan berkoordinasi dengan tim dokter forensik.
Selain itu, komunikasi juga telah dibangun dengan Kedutaan Besar Serbia di Jakarta guna memberikan informasi terkini kepada keluarga korban.
“Hingga saat ini penyebab pasti kematian masih dalam penyelidikan dan menunggu hasil pemeriksaan medis. Kami akan terus mendalami kasus ini secara menyeluruh,” tegas Adi Saputra.***
Editor : Donny Tabelak