Bali Gaya Hidup Hukum & Kriminal International Kuliner Nasional Pariwisata & Budaya Pendidikan Selebritas Sportiment Update Badung

Sempat Beli Makanan Banyak untuk Keluarga, Wanita 27 Tahun lalu Terjun dari Jembatan Setinggi 30 Meter

Zulfika Rahman • Sabtu, 2 Mei 2026 | 06:58 WIB
Petugas melakukan proses evakuasi terhadap korban yang nekat mengakhiri hidup dengan terjun dari Jembatan Batang, Desa Labasari, Kecamatan Abang, Karangasem, pada Rabu malam lalu. (Istimewa)
Petugas melakukan proses evakuasi terhadap korban yang nekat mengakhiri hidup dengan terjun dari Jembatan Batang, Desa Labasari, Kecamatan Abang, Karangasem, pada Rabu malam lalu. (Istimewa)

Radarbadung.jawapos.com– Warga Desa Labasari, Kecamatan Abang, Karangasem, dikejutkan dengan peristiwa tragis.

Seorang perempuan berinisial NKRPN (27 tahun) nekat mengakhiri hidupnya dengan cara terjun dari atas Jembatan Batang setinggi sekitar 30 meter, pada Rabu malam (29/4).

Akibatnya, korban meninggal dunia dengan kondisi tubuh penuh luka serius.

Kapolsek Abang, AKP I Komang Gede Susiawan, menjelaskan, peristiwa ini bermula saat korban bersama adik perempuannya berangkat membeli es di sekitar rumah.

Saat melintas di jembatan tersebut, korban yang duduk di bagian belakang motor tiba-tiba meminta berhenti.

“Tanpa basa-basi, korban langsung berusaha melompat ke bawah, tapi upaya itu berhasil dicegah oleh adiknya. Niatnya gagal dan korban langsung diajak pulang ke rumah,” ungkap Susiawan saat dikonfirmasi, Kamis (30/4).

Sesampainya di depan gang rumah, korban meminta adiknya turun dari motor.

Tanpa menunggu lama, korban langsung mengambil alih kendaraan dan melaju pergi meninggalkan rumah.

Melihat hal tersebut, adiknya langsung memberitahu keluarga dan seluruh anggota keluarga pun segera melakukan pencarian.

Berdasarkan informasi dari adik korban, keluarga langsung menuju Jembatan Batang.

Benar saja, di lokasi tersebut terlihat sepeda motor milik korban terparkir rapi.

Hanya berselang beberapa saat, keluarga menemukan sandal korban di pinggir jembatan, dan tak lama kemudian melihat tubuh korban tergeletak di dasar sungai di bawah jembatan.

Saat ditemukan, korban sudah dalam keadaan tidak sadarkan diri dengan luka parah.

Ada luka robek di bagian belakang kepala, serta pendarahan dari hidung dan telinga.

Petugas yang tiba di lokasi pun memastikan korban telah meninggal dunia.

Dari keterangan keluarga, diketahui korban merupakan pekerja yang sehari-hari beraktivitas di Gianyar dan baru pulang kampung saat kejadian berlangsung.

Keluarga mengaku sangat terkejut dan tidak menyangka korban akan melakukan hal tersebut, karena selama ini ia tergolong pribadi yang tertutup dan tidak pernah menceritakan masalah yang dihadapi.

“Sebelum kejadian, korban sempat membelikan banyak makanan untuk keluarga. Kami sama sekali tidak menduga itu sebagai isyarat, karena dia tidak pernah terlihat depresi atau menceritakan ada beban berat,” tambahnya.

Pihak keluarga menerima peristiwa ini sebagai musibah dan memutuskan untuk menolak proses autopsi.

Sementara itu, kepolisian masih terus melakukan pengembangan penyelidikan untuk mengungkap motif di balik aksi nekat tersebut.

Saat ini, pihak keluarga masih dalam kondisi syok sehingga belum dapat memberikan keterangan yang lebih mendalam.

“Kami akan terus mendalami kasus ini, termasuk memeriksa lingkungan terdekat korban untuk mengetahui alasan di balik peristiwa ini,” pungkas Susiawan.***

Editor : Donny Tabelak
#bunuh diri #polres karangasem #jembatan #Terjun