Radarbadung.jawapos.com– Aparat gabungan yang bertugas di Pelabuhan Padangbai, Karangasem, berhasil menggagalkan upaya penyelundupan ribuan ekor burung dari Nusa Tenggara Barat (NTB) yang dibawa masuk ke Bali.
Satwa dilindungi itu diselundupkan secara diam-diam menggunakan armada bus penumpang, tanpa dilengkapi dokumen perizinan yang sah.
Kapolsek Kawasan Laut Pelabuhan Padangbai, Kompol I Wayan Gede Wirya menjelaskan, informasi awal diterima dari Balai Karantina Lembar, Lombok.
Pihak karantina mencurigai adanya pengiriman satwa dalam jumlah besar yang dikemas di dalam kotak-kotak, diangkut menggunakan bus milik PO Safari Darma Raya dengan tujuan akhir Denpasar.
“Begitu kapal penyeberangan tiba dan bus melintas di Pos 3 Pelabuhan Padangbai, kami bersama petugas Karantina dan TNI AL langsung melakukan pemeriksaan mendalam. Hasilnya, ditemukan 22 boks berisi ribuan ekor burung,” ungkapnya saat dikonfirmasi, Rabu (6/5).
Pemeriksaan lanjutan dilakukan kepada sopir dan kernet bus.
Keduanya mengaku hanya menjadi pengantar, dan burung tersebut dikirim oleh seseorang di Lombok untuk diserahkan ke pihak penerima di Denpasar.
Total ada 1.700 ekor burung berbagai jenis yang diamankan, antara lain pleci lombok, cucak kombo, cinen pisang, beranjangan, hingga kepodang.
“Yang menjadi masalah, seluruh burung ini tidak memiliki kelengkapan surat-surat maupun izin yang dipersyaratkan. Ini jelas melanggar aturan perundang-undangan yang berlaku,” tegas Wirya.
Kejadian ini kembali membuktikan bahwa upaya penyelundupan satwa masih terus dilakukan dengan berbagai modus, salah satunya dengan menyembunyikannya di antara barang bawaan penumpang.
Menanggapi hal ini, pihak kepolisian menegaskan akan terus memperketat pengawasan di seluruh pintu masuk Bali demi menjaga kelestarian satwa dan mencegah peredaran ilegal.
Usai diamankan, seluruh burung sitaan dibawa ke Kantor Karantina untuk dilakukan pengecekan kesehatan dan pendataan.
Selanjutnya, satwa tersebut diserahkan kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali.
“Alhamdulillah, kondisi burung-burung tersebut masih sehat. Hari ini kami sudah melepasliarkan semuanya kembali ke habitat alaminya, tepatnya di kawasan hutan Desa Tenganan Pegringsingan, Karangasem,” pungkasnya.***