Bali Gaya Hidup Hukum & Kriminal International Kuliner Nasional Pariwisata & Budaya Pendidikan Selebritas Sportiment Update Badung

Anggaran Rp4 Miliar Murni Swadaya Pedagang, Revitalisasi 132 Kios Pasar Anyar Sari Ditarget Rampung Pertengahan Juni

Adrian Suwanto • Selasa, 12 Mei 2026 | 16:01 WIB
Proses revitalisasi Pasar Anyar Sari, Batukandik, Denpasar yang kini telah mencapai tahap 90 persen.(Foto Adrian Suwanto) 
Proses revitalisasi Pasar Anyar Sari, Batukandik, Denpasar yang kini telah mencapai tahap 90 persen.(Foto Adrian Suwanto) 

Radarbadung.jawapos.com– Pembangunan revitalisasi 132 unit kios di Pasar Anyar Sari, Kelurahan Batukandik, Denpasar, terus berpacu dengan waktu.

Hingga Senin (11/5), progres fisik proyek ini telah menembus angka 90 persen dan ditargetkan rampung sepenuhnya pada pertengahan Juni 2026 mendatang.

Direktur Utama Perumda Pasar Sewakadarma Kota Denpasar, Ida Bagus Kompyang Wiranata atau akrab disapa Gus Kowi, menyebut saat ini pengerjaan sudah memasuki tahap akhir penyelesaian atau finishing.

Selain bangunan kios, pihaknya juga tengah mempercantik akses jalan di dalam pasar dengan melakukan pengaspalan ulang demi kenyamanan pedagang dan pengunjung.

“Target kami selesai pertengahan Juni. Saat ini tinggal penyelesaian detail bangunan dan perbaikan akses jalan berupa pengaspalan,” ungkap Gus Kowi.

Proyek ini merupakan kelanjutan dari tahap sebelumnya yang menyasar sisi barat Blok I.

Sebelumnya pada 2025, pihaknya telah merampungkan revitalisasi untuk 40 kios di lokasi yang sama.

Mengingat skalanya yang luas, pembangunan memang direncanakan berjalan secara bertahap.

Pola pembangunan yang digunakan adalah swadaya murni dari para pedagang.

Total anggaran yang digelontorkan mencapai Rp4 miliar, yang seluruhnya bersumber dari kontribusi pelaku usaha di pasar tersebut.

Revitalisasi kali ini melibatkan sekitar 80 pedagang aktif.

Menurut Gus Kowi, sistem swadaya ini dinilai paling efektif dan diminati karena beberapa keuntungan.

Pertama, pengerjaan jauh lebih cepat karena tidak bergantung pada siklus anggaran pemerintah.

Kedua, pedagang mendapatkan fasilitas berjualan yang jauh lebih bersih, layak, dan representatif.

Sebagai kompensasi atas dana yang sudah dikeluarkan, para pedagang juga mendapatkan insentif berupa keringanan hingga pembebasan biaya sewa kios dalam jangka waktu tertentu, sesuai dengan nilai investasi yang mereka tanamkan.

Meski demikian, pembayaran Biaya Operasional Pedagang (BOP) tetap berjalan seperti biasa.

Dengan rampungnya tahap 132 kios ini, Gus Kowi memastikan seluruh area di Pasar Anyar Sari sudah tersentuh perbaikan menyeluruh.

Artinya, tidak ada lagi bangunan yang perlu direvitalisasi di kompleks pasar ini untuk sementara waktu.

“Ini adalah tahap terakhir. Artinya, seluruh bagian pasar sudah kami benahi dan tidak ada lagi rencana pembangunan besar-besaran di sini,” pungkasnya.***

Editor : Donny Tabelak
#pasar #pedagang #pemerintah #denpasar