Bali Gaya Hidup Hukum & Kriminal International Kuliner Nasional Pariwisata & Budaya Pendidikan Selebritas Sportiment Update Badung

Jalan Sepanjang 15 Kilometer Rusak Parah, Jalur Sidemen-Klungkung Rawan Kecelakaan

Zulfika Rahman • Selasa, 12 Mei 2026 | 16:30 WIB
Kondisi ruas jalan Sidemen-Klungkung yang mengalami kerusakan parah, berlubang, dan sering memicu kecelakaan lalu lintas. (Istimewa)
Kondisi ruas jalan Sidemen-Klungkung yang mengalami kerusakan parah, berlubang, dan sering memicu kecelakaan lalu lintas. (Istimewa)
 
Radarbadung.jawapos.com– Kondisi ruas jalan penghubung Kecamatan Sidemen, Karangasem, hingga perbatasan Klungkung memprihatinkan.
 
Sepanjang 15 kilometer jalan tersebut kini rusak parah, mulai dari aspal tergerus hingga banyak lubang besar.
 
Kondisi ini dinilai sangat membahayakan pengendara dan kerap memicu kecelakaan lalu lintas, bahkan hingga menelan korban jiwa.
 
Camat Sidemen, I Nyoman Swenegara, membenarkan kondisi tersebut.
 
Ia menyebut kerusakan ini diperparah oleh tingginya intensitas kendaraan berat, terutama truk pengangkut material yang melintas setiap hari.
 
“Rusaknya mulai dari kawasan Padang Tunggal hingga ke tapal batas Klungkung. Karena kondisinya rusak berat, pengendara sering bermanuver menghindari lubang, dan di situlah potensi kecelakaan sering terjadi,” ungkap Swenegara saat dikonfirmasi, Senin (11/5).
 
Mengingat status jalan ini merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi Bali, pihaknya pun tak henti menyuarakan keluhan ini.
 
Selama menjabat kurang dari setahun, ia sudah dua kali melaporkan kondisi tersebut.
 
Bahkan, Pemkab Karangasem juga diketahui sudah sering menyampaikan hal serupa.
 
Namun, hingga saat ini belum ada tanda-tanda perbaikan.
 
“Kami minta setidaknya ditambal dulu sementara kalau renovasi total belum memungkinkan. Jangan sampai membahayakan nyawa orang yang lewat,” harapnya.
 
Selain rawan kecelakaan, kondisi jalan yang sempit dan rusak ini juga sering menyebabkan kemacetan panjang.
 
Penyebabnya bukan hanya dari insiden kecelakaan, namun juga kebiasaan sejumlah sopir truk yang memarkir kendaraannya sembarangan di bahu jalan. Padahal, telah disediakan area istirahat (rest area) yang layak.
 
“Mereka lebih suka berhenti di pinggir jalan, padahal jalannya sudah sempit dan rusak. Akibatnya kendaraan lain harus antre dan bergantian lewat,” tambahnya.
 
Swenegara mendesak Pemerintah Provinsi Bali untuk segera turun tangan.
 
Jika dibiarkan terlalu lama, dikhawatirkan kerusakan akan semakin meluas dan biaya perbaikannya pun akan semakin membengkak di masa mendatang.***
Editor : Donny Tabelak
#karangasem #jalan rusak #klungkung #kecelakaan