Radarbadung.jawapos.com– Sebuah laporan kehilangan disampaikan keluarga ke kepolisian terkait remaja perempuan berinisial NPJ (13 tahun), siswi SMP asal Desa Ban, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem.
Remaja tersebut diketahui meninggalkan rumah sejak Rabu (6/5) malam lalu dan hingga kini belum kembali ke orang tuanya.
Keberadaannya terakhir kali diketahui berada di wilayah Denpasar sebelum hilang kabar.
Kasi Humas Polres Karangasem, Ipda I Nengah Artono, membenarkan adanya laporan tersebut.
Pihak keluarga baru melaporkan peristiwa ini ke Polsek Kubu pada Rabu (13/5), tepat seminggu setelah anak tersebut menghilang.
Saat ini, tim penyidik Reskrim sedang berupaya menelusuri jejak keberadaan remaja berusia 13 tahun itu.
"NPJ diketahui pergi meninggalkan rumah pada malam hari tanpa sepengetahuan orang tua. Saat pergi, ia mengenakan kaos lengan panjang berwarna hijau dan celana kain panjang berwarna hitam," ungkap Artono, Kamis (14/5).
Keesokan harinya, ibu korban sempat berhasil menghubungi nomor ponsel anaknya. Saat diangkat, NPJ mengaku sedang berada di Denpasar.
Tak lama setelah percakapan itu, sambungan telepon terputus dan dimatikan.
Tak lama berselang, masuk pesan singkat melalui aplikasi WhatsApp dari nomor tersebut, yang menyatakan bahwa NPJ berniat mencari pekerjaan di Denpasar.
Mengingat usianya yang masih di bawah umur dan masih berstatus pelajar, sang ibu langsung melarang keras niat tersebut dan meminta anaknya segera pulang ke rumah.
NPJ pun sempat berjanji akan kembali. Namun, janji itu tak pernah terlaksana.
Sejak saat itu, nomor ponselnya tidak lagi bisa dihubungi dan jejaknya menghilang begitu saja.
"Keluarga sangat mencemaskan keberadaannya. Kami dari kepolisian terus bergerak melakukan penyelidikan dan pencarian. Kami berharap remaja ini segera ditemukan dalam keadaan selamat dan bisa berkumpul kembali dengan keluarga," tambah Artono.
Pihak kepolisian mengimbau kepada masyarakat yang memiliki informasi atau melihat keberadaan remaja tersebut agar segera melapor ke kantor polisi terdekat atau menghubungi keluarga.***
Editor : Donny Tabelak