Bali Gaya Hidup Hukum & Kriminal International Kuliner Nasional Pariwisata & Budaya Pendidikan Selebritas Sportiment Update Badung

Suspek TBC di Karangasem Capai Ribuan Orang, Penemuan Kasus Masih Rendah

Zulfika Rahman • Jumat, 5 Juni 2026 | 06:51 WIB
Kepala Dinas Kesehatan Karangasem, I Gusti Bagus Pertama Putra, menyatakan upaya pengentasan TBC terus digalakkan sejalan dengan target nasional Indonesia bebas TBC pada tahun 2030. (Ai)
Kepala Dinas Kesehatan Karangasem, I Gusti Bagus Pertama Putra, menyatakan upaya pengentasan TBC terus digalakkan sejalan dengan target nasional Indonesia bebas TBC pada tahun 2030. (Ai)

Radarbadung.jawapos.com– Jumlah kasus tuberkulosis (TBC) yang terkonfirmasi di Kabupaten Karangasem masih berada di bawah rata-rata nasional.

Namun, jumlah warga yang masuk kategori suspek atau berpotensi terjangkit penyakit ini cukup tinggi, bahkan mencapai ribuan orang dalam kurun waktu 2024 hingga awal 2026.

Kepala Dinas Kesehatan Karangasem, I Gusti Bagus Pertama Putra, menyatakan upaya pengentasan TBC terus digalakkan sejalan dengan target nasional Indonesia bebas TBC pada tahun 2030.

Program ini juga menjadi bagian dari visi misi “Karangasem Agung” yang dijalankan pemerintah daerah.

“Pengentasan TBC menjadi prioritas. Kami bekerja menuju standar nasional, di mana suatu wilayah dikatakan berhasil jika tingkat penemuan kasus mencapai lebih dari 90 persen, keberhasilan pengobatan di atas 90 persen, serta terapi pencegahan dilaksanakan minimal 80 persen,” ujarnya.

Hingga triwulan pertama tahun ini, Karangasem baru menemukan 600 kasus terkonfirmasi, atau setara 14 persen dari target nasional.

Meski angka temuannya masih rendah, pihaknya memastikan seluruh pasien yang sudah terdeteksi mendapatkan pengobatan hingga tuntas.

Untuk meningkatkan angka penemuan, Dinkes mendorong pembentukan program “Desa Siaga TBC”.

Langkah ini meliputi pelatihan kader kesehatan di setiap desa dan penyediaan anggaran pencegahan dari tingkat desa.

Meskipun kasus terkonfirmasi sedikit, jumlah suspek TBC terus meningkat.

Sepanjang 2024 tercatat 1.432 orang, lalu naik menjadi 2.420 orang pada 2025. Pada periode awal 2026 saja, sudah tercatat 881 suspek.

“Kami menerapkan sistem penelusuran kontak dengan perbandingan 1 banding 10. Artinya, jika ditemukan satu orang kasus TBC, kami akan memeriksa sepuluh orang yang pernah berinteraksi erat dengannya,” jelasnya.

Masyarakat pun diimbau tidak menganggap remeh gejala batuk yang berlangsung lama.

Pemeriksaan sampel dahak dapat dilakukan secara mudah dan gratis di seluruh Puskesmas maupun Rumah Sakit Umum Daerah Karangasem.***

Editor : Donny Tabelak
#tuberkulosis #batuk #karangasem #tbc