Radarbadung.jawapos.com- Menyambut Hari Raya Galungan, jumlah pemotongan babi di Rumah Potong Hewan (RPH) Pesanggaran, Kota Denpasar diprediksi akan mengalami peningkatan signifikan.
Berdasarkan data dan pengalaman tahun sebelumnya, kenaikan diperkirakan mencapai sekitar 30 persen dibandingkan hari biasa.
Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kota Denpasar, AA Gde Bayu Brahmasta, menjelaskan bahwa dalam kondisi normal, jumlah pemotongan di RPH Pesanggaran berkisar antara 150 hingga 200 ekor per hari.
Menjelang hari raya keagamaan ini, angka tersebut diproyeksikan naik mengikuti tingginya kebutuhan masyarakat untuk keperluan upacara adat maupun konsumsi sehari-hari.
“Biasanya terjadi peningkatan sekitar 30 persen menjelang Galungan. Lonjakan jumlahnya mulai terlihat pada H-3 dan akan mencapai puncaknya pada H-2 hari raya,” ungkapnya, Minggu (14/6).
Untuk mengantisipasi kenaikan permintaan tersebut, pihak pengelola RPH Pesanggaran menyiapkan dua jenis layanan, yaitu layanan pemotongan reguler dan layanan umum.
Layanan reguler yang melayani kebutuhan pasokan pasar berlangsung mulai pukul 24.00 hingga 06.00 WITA.
Jadwal yang sama juga berlaku untuk layanan umum, yang diperuntukkan bagi warga masyarakat, pihak banjar, maupun sekaa teruna yang membutuhkan jasa pemotongan.
Sebagai acuan, pada perayaan Galungan tahun lalu, tercatat ada penambahan sekitar 140 ekor dalam rentang dua hari menjelang hari raya.
Berdasarkan catatan itu, persiapan layanan kali ini disesuaikan agar dapat menampung kebutuhan yang ada.
Meski permintaan meningkat tajam, Kepala Distan memastikan stok babi di Denpasar dan daerah sekitarnya dalam kondisi aman dan cukup.
Pasokan didapatkan dari peternak lokal maupun daerah penyangga di luar kota.
“Ketersediaan ternak masih aman, masyarakat tidak perlu khawatir. Pasokan diperkirakan cukup untuk memenuhi seluruh kebutuhan upacara maupun konsumsi selama rangkaian Hari Raya Galungan,” tegasnya.
Selain menjamin ketersediaan pasokan, Dinas Pertanian Kota Denpasar juga meningkatkan pengawasan kesehatan dan keamanan pangan.
Pengawasan akan dimulai pada Senin mendatang dengan menyasar sejumlah pasar tradisional yang ada di wilayah kota.
Sebanyak 15 dokter hewan akan ditugaskan untuk memeriksa kondisi kesehatan ternak serta memastikan daging yang beredar di masyarakat memenuhi standar aman, sehat, utuh, dan layak dikonsumsi sesuai ketentuan yang berlaku.***
Editor : Donny Tabelak