Antrean BBM di Tabanan Kembali Normal, Warga Tak Lagi Menunggu Berjam-jam

Juliadi Radar Bali • Dipublikasikan Minggu, 18 Oktober 2026 | 16:20 WIB
Suasana antrean di SPBU Sanggulan, Jalan Gotot Subroto Tabanan, Desa Banjar Anyar, Kediri yang sudah kembali normal. (Foto Juliadi)
Suasana antrean di SPBU Sanggulan, Jalan Gotot Subroto Tabanan, Desa Banjar Anyar, Kediri yang sudah kembali normal. (Foto Juliadi)

Radarbadung.jawapos.com– Antrean panjang bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kabupaten Tabanan mulai terurai.

Aktivitas pengisian BBM pada Minggu (18/10) kembali berjalan normal, dengan waktu tunggu pengendara sekitar 5–10 menit.

Kondisi tersebut terlihat di SPBU Sanggulan, Jalan Gatot Subroto, Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri, serta SPBU Pesiapan di Jalan Pulau Batam, Desa Dauh Peken, Tabanan.

Tidak terlihat lagi antrean kendaraan yang mengular seperti beberapa hari sebelumnya.

Normalnya pelayanan pengisian BBM disambut lega oleh masyarakat.

Salah satunya I Made Sumanayasa, warga Banjar Tanah Bang, Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri.

“Astungkara, sudah tidak ada lagi antrean panjang untuk mengisi BBM hari ini. Sudah normal,” ujar Sumanayasa.

Menurut dia, antrean panjang yang berlangsung selama enam hari cukup menyita waktu masyarakat, terutama warga yang harus bekerja.

Bahkan, akibat kesulitan mendapatkan BBM, dia terpaksa bekerja hanya setengah hari.

Dia berharap kejadian serupa tidak kembali terulang.

Sebab, antrean BBM yang terjadi sebelumnya membuat warga harus menunggu hingga lima sampai sembilan jam untuk mendapatkan bahan bakar.

“Jangan sampai ada lagi kejadian antrean BBM sampai mengular. Sekarang sudah normal dan mudah-mudahan stok BBM aman sampai akhir 2027,” harapnya.

Meski kondisi antrean mulai normal, Sumanayasa menilai penerapan aturan ganjil genap berdasarkan nomor pelat kendaraan untuk pembelian BBM belum efektif.

Menurut dia, masih ada masyarakat yang belum mengetahui aturan tersebut.

Selain itu, terdapat kendaraan yang dinilai tidak sesuai dengan ketentuan ganjil genap saat mengantre di SPBU.

“Di sini warga tidak ada yang menerapkan aturan, bahkan pihak SPBU. Warga ini kan butuh BBM, masa harus dipersulit,” tandasnya.

Di sisi lain, Kapolres Tabanan AKBP I Putu Bayu Pati mengonfirmasi bahwa antrean BBM di wilayah hukum Polres Tabanan telah kembali normal.

Berdasarkan laporan yang diterima kepolisian, tidak ditemukan lagi antrean kendaraan yang mengular seperti sebelumnya.

Selain antrean yang mulai terurai, pasokan BBM di sejumlah SPBU juga dilaporkan aman untuk beberapa hari ke depan.

“Rata-rata antrean BBM sudah tidak ada yang mengular dari laporan yang kami terima. Antrean sudah pulih normal di wilayah hukum Polres Tabanan,” ujarnya.

Kendati situasi di lapangan membaik, kepolisian tetap menjalin komunikasi intensif dengan pengelola SPBU untuk memantau ketersediaan stok.

Langkah ini dilakukan guna mengantisipasi potensi kekosongan BBM di tangki penyimpanan.

Jika stok mulai menipis atau diperkirakan habis, kepolisian akan membantu berkoordinasi dengan depo BBM di Pesanggaran maupun Manggis agar pasokan segera dikirimkan.

“Kalau misalnya kosong atau mau kosong, kami bantu mengomunikasikannya ke depo. Baik yang di Pesanggaran atau Manggis,” imbuhnya.

Polres Tabanan juga menyiagakan personel untuk mengawal pengiriman BBM dari depo menuju SPBU apabila pasokan siap didistribusikan.

Pengawalan ini diharapkan dapat mempercepat proses pengiriman, pembongkaran, dan pengisian BBM sehingga pelayanan kepada masyarakat kembali optimal.

Terkait pengaturan pembelian BBM berdasarkan nomor pelat kendaraan ganjil dan genap, Kapolres menyebut kebijakan tersebut diberlakukan mulai Sabtu (17/10) hingga Senin (19/10), atau sampai hasil evaluasi menunjukkan distribusi BBM ke seluruh SPBU telah stabil.

Dengan antrean yang berangsur terurai dan pasokan yang dilaporkan membaik, masyarakat diharapkan dapat kembali menjalankan aktivitas sehari-hari tanpa harus menghabiskan waktu berjam-jam untuk mendapatkan BBM.***

Editor : Donny Tabelak
Sumber : Radar Badung
antrean BBM tabanan pertamina spbu bbm langka