Dari 40 Titik Mata Air, Enam Diambil Sampel untuk Pemeriksaan Laboratorium
Radarbadung.jawapos.com– Memastikan kualitas dan kelayakan air yang dimanfaatkan masyarakat, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tabanan melakukan pengujian terhadap enam sumber mata air beji.
Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui kondisi kualitas air sekaligus memastikan keamanannya bagi masyarakat yang memanfaatkan air tersebut untuk konsumsi dan kebutuhan sehari-hari.
Enam sumber mata air yang menjadi sasaran pengujian tersebut meliputi Beji Peninjauan di Desa Abiantuwung, Kecamatan Kediri; Beji Kahyangan Demung di Kecamatan Kediri; Beji Mumbul Dukuh di Kecamatan Tabanan; Beji Sudamala Pura Dalem Purwa Kubontingguh di Kecamatan Tabanan; Beji Selaka di Desa Adat Buruan, Kecamatan Tabanan; serta Beji Melanting Watudungkuh di Kecamatan Marga.
Kepala DLH Tabanan I Made Surya Darma mengatakan, pengujian dilakukan untuk mengetahui kondisi dan kualitas sumber mata air yang dimanfaatkan masyarakat.
Selain itu, pemeriksaan juga bertujuan memastikan apakah air tersebut terbebas dari kontaminan berbahaya sehingga layak digunakan untuk konsumsi maupun kebutuhan sehari-hari.
"Terpenting lagi, pengujian sumber mata air ini untuk memantau tingkat pencemaran lingkungan di suatu wilayah, terutama daerah dengan aktivitas masyarakat," ujarnya, Rabu (4/11).
Pengujian tersebut dilakukan bersama Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup melalui Direktorat Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Perairan Darat.
Surya Darma menjelaskan, secara keseluruhan terdapat sekitar 40 titik sumber mata air yang tercatat di Kabupaten Tabanan.
Namun, dari jumlah tersebut, hanya enam sumber mata air yang sampelnya diambil untuk pemeriksaan karena dimanfaatkan secara langsung oleh masyarakat sebagai sumber air minum dan kebutuhan sehari-hari.
"Keenam sumber mata air inilah yang kami ambil sampelnya. Selanjutnya, sampel tersebut akan menjalani pemeriksaan laboratorium kesehatan untuk mengetahui kualitas airnya," bebernya.
Menurut Surya Darma, kegiatan penilaian kesehatan mata air ini bertujuan memperoleh data dan informasi mengenai kondisi sumber mata air melalui pengamatan serta pengumpulan data secara langsung di lapangan.
"Hasil penilaian tersebut juga menjadi bahan untuk mendukung perencanaan perlindungan dan pengelolaan mata air ke depan," katanya.
Melalui pengujian terhadap enam sumber mata air tersebut, DLH Tabanan berharap dapat memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi dan kualitas air, khususnya sumber mata air yang selama ini dimanfaatkan masyarakat.
Hasil pemeriksaan laboratorium nantinya akan menjadi dasar dalam menentukan langkah perlindungan dan pengelolaan sumber mata air secara berkelanjutan.
"Kami masih menunggu hasil uji laboratorium. Mudah-mudahan enam sumber mata air yang diuji masih layak untuk dikonsumsi masyarakat," pungkasnya.***
Editor : Donny TabelakSumber : Radar Badung