Duh, Ternyata Makanan Cepat Saji dapat Merusak Memori Secara Cepat, Ini Kata Ilmuwan
Acep Tomi Rianto• Selasa, 7 Oktober 2025 | 02:05 WIB
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa pola makan ala junk food ternyata tidak hanya berdampak buruk pada berat badan dan jantung, tetapi juga dapat merusak fungsi otak.
Radarbadung.jawapos.com– Kabar buruk bagi Anda penggemar makanan cepat saji (fast food) dan makanan tinggi lemak jenuh serta tinggi gula.
Sejumlah penelitian terbaru menunjukkan bahwa pola makan ala junk food ternyata tidak hanya berdampak buruk pada berat badan dan jantung, tetapi juga dapat merusak fungsi otak, terutama kemampuan memori dan daya ingat, bahkan hanya dalam waktu beberapa hari.
Temuan paling mengejutkan datang dari penelitian yang dilakukan oleh para ilmuwan di University of North Carolina (UNC) School of Medicine, yang baru-baru ini dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Neuron.
Penelitian tersebut menemukan bahwa konsumsi makanan tinggi lemak jenuh seperti yang banyak terdapat pada cheese burger dan kentang goreng dapat mengacaukan sirkuit memori di otak hampir seketika.
Para peneliti, dipimpin oleh Dr. Juan Song, menemukan bahwa sel-sel otak khusus di area Hipokampus pusat utama pembentukan memori dan orientasi arah yang disebut CCK interneurons, menjadi terlalu aktif (hyperactive).
Hiperaktivitas ini terjadi karena otak kehilangan kemampuan untuk mengambil glukosa (gula) dengan baik. Padahal, glukosa adalah bahan bakar utama otak.
Dampak ini terlihat hanya dalam waktu empat hari setelah subjek penelitian mengonsumsi diet tinggi lemak.
Hal ini menunjukkan bahwa kerusakan kognitif dapat dimulai jauh sebelum timbul gejala fisik seperti penambahan berat badan atau diabetes.
Kerusakan pada hipokampus secara spesifik mengganggu memori episodik pada manusia, yaitu kemampuan untuk mengingat peristiwa, tempat, dan mengenali arah.
Para ahli juga memperingatkan bahwa efek ini dapat berakumulasi seiring waktu.
Konsumsi makanan tinggi lemak jenuh secara teratur dapat meningkatkan risiko perkembangan kondisi neurodegeneratif jangka panjang, termasuk demensia dan Penyakit Alzheimer.
Penelitian dari UNSW Sydney pada tahun 2013 juga menemukan bahwa diet tinggi lemak dan gula selama hanya satu minggu sudah cukup untuk menyebabkan peradangan di otak dan gangguan memori.
Meskipun temuan ini mengkhawatirkan, para peneliti dari UNC juga memberikan kabar baik. Kerusakan memori ini tampaknya tidak permanen.
Dalam eksperimen, ketika para peneliti mengembalikan kadar glukosa di otak subjek, sel-sel saraf yang terlalu aktif tersebut menjadi tenang, dan masalah memori pun teratasi.
Hal ini menyiratkan bahwa intervensi pola makan yang cepat, seperti beralih dari diet tinggi fast food ke pola makan seimbang yang kaya buah, sayur, dan protein, dapat memulihkan kesehatan otak dan melindungi fungsi kognitif.
Dr. Juan Song menekankan, "Karya ini menyoroti bagaimana apa yang kita makan dapat dengan cepat memengaruhi kesehatan otak, dan bagaimana intervensi dini dapat melindungi memori serta menurunkan risiko masalah kognitif jangka panjang."
Intinya, batasi konsumsi fast food, dan segera beralih ke pola makan sehat untuk menjaga ketajaman ingatan Anda.***
BERBAHAYA: Truk milik warga juga tertimpa pohon tumbantg di jalan Raya Desa Jatiroto, Kecamatan Sumberbaru, pukul 16.00, Minggu (5/10). Editor : Donny Tabelak