Lapor Pak! RS Prof. Ngoerah Terapkan Metode Baru Biopsi Prostat Robotik
Marsellus Nabunome Pampur• Sabtu, 11 Oktober 2025 | 14:51 WIB
dr.I Wayan Yudiana dari KSM Urologi RSUP Ngoerah.
Radarbadung.jawapos.com- RSUP Prof. Dr. I.G.N.G Ngoerah, Denpasar kini mulai menerapkan layanan terbaru yakni Biopsi Prostat robotik.
Menariknya metode pengambilan sample prostat ini digabungkan dengan teknologi AI.
Dimana dengan metode terbaru ini, akurasi dan presisi tinggi ditargetkan oleh MRI memastikan sampel diambil tepat dari area lesi.
RS Prof. Ngoerah sendiri menjadi rumah sakit kedua yang menerapkan metode ini di Indonesia.
Target Lesi menggabungkan data MRI dan USG (fusion biopsy), untuk mendeteksi kanker yang tersembunyi (anterior lesions). dr.I Wayan Yudiana dari KSM Urologi RSUP Ngoerah mengatakan, layanan ini memiliki banyak keunggulan.
Dimana sistem robotik ini meminimalisir momplikasi, karena sistem robotik dengan pendekatan transperineal sehingga juga efisien mempersingkat waktu prosedur (sekitar 30-45 menit) dan mempercepat proses pemulihan pasien.
Dia menjelaskan, secara ilmiah biopsi robotik memiliki tingkat deteksi kanker signifikan yang lebih tinggi (43 persen) dibandingkan biopsi freehand (36 persen), menunjukkan akurasi dan presisi superior dari sistem robotik dalam navigasi jarum.
”Prosedur ini aman dan ditoleransi dengan baik. Memungkinkan dokter mengabaikan profilaksis antibiotik karena pendekatan transperineal (TP) robotik yang meminimalkan risiko komplikasi infeksi. Tingkat komplikasi rendah 14 persen komplikasi grade I Clavien-Dindo, dan tidak ada komplikasi grade yang lebih tinggi," katanya di Denpasar, Jumat (10/10).
Sebelum adanya metode Biopsi Prostat robotik tersebut, medis biasanya menerapkan dua teknik biopsi yakni teknik tradisional dan teknis standar.
Teknik pertama yakni teknik transrektal, dimana jarum biopsi dimasukkan melalui dinding rektum (dubur) di bawah panduan USG (TRUS).
Teknik ini mengambil sampel jaringan secara sistematis (biasanya 10-12 cores). Kelemahan dari tekmik ini, jarum melewati mukosa rektum yang mengandung bakteri, meningkatkan risiko infeksi.
Lalu, teknik biopsi Transperineal, dimana jarum biopsi dimasukkan melalui kulit perineum (area antara skrotum dan anus) di bawah panduan USG.
Secara ilmiah, tekni ini mengurangi risiko infeksi secara signifikan karena jarum tidak melewati rectum.
Sedangkan dengan teknik Biopsi Prostat Robotik, memiliki akurisi dan presisi yang tinggi ditargetkan oleh MRI, sehingga memastikan sampel diambil tepat dari area lesi yang ditargetkan oleh MRI.
”Target Lesi menggabungkan data MRI dan USG (Fusion Biopsy), untuk mendeteksi kanker yang tersembunyi (anterior lesions)," sebutnya.
Keuntungan lain dari metode ini adalah meminimalisir komplikasi. Dimana sistem robotik dengan pendekatan transperineal secara efisien mampu mempersingkat waktu prosedur hingga sekitar 30 hingga 45 menit dan mempercepat proses pemulihan pasien.***