Bali Gaya Hidup Hukum & Kriminal International Kuliner Nasional Pariwisata & Budaya Pendidikan Selebritas Sportiment Update Badung

Mobil Ditabrak, Sopir Pengantar Paket Justru Dikeroyok Dua Pengendara Motor

Francelino Junior • Selasa, 19 Agustus 2025 | 03:05 WIB

Imam Fahri, 33, warga Desa Gerokgak, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng yang menerima bogem mentah, dari dua orang pengendara sepeda motor.
Imam Fahri, 33, warga Desa Gerokgak, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng yang menerima bogem mentah, dari dua orang pengendara sepeda motor.

Radarbadung.jawapos.com- Ada-ada saja insiden yang terjadi di jalan raya. Seperti yang dialami Imam Fahri, 33, warga Desa Gerokgak, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng yang menerima bogem mentah.

Imam dipukul dua orang pengendara sepeda motor, karena kendaraan yang dikemudikannya tertabrak.

Peristiwa ini terjadi di pinggir Jalan Pemuda, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng pada Sabtu lalu (16/8) sekitar pukul 15.00 Wita.

Peristiwa ini berawal dari korban Imam yang bekerja sebagai pengantar paket, dengan menggunakan mobil, sekitar pukul 15.00 Wita baru saja sampai di pertigaan Jalan Tangguwisia-Pemuda atau depan Kantor Perbekel Desa Bubunan.

Ia hendak belok menuju ke Desa Ringdikit. Ketika itu, ia juga melihat dua orang laki-laki yang mengendarai sepeda motor dari arah selatan. Dua orang itu diketahui bernama Agung Gimbal dan Tut Nik.

”Tiba-tiba bagian belakang mobil korban tertabrak, sehingga Imam menepi ke kiri dan keluar sambil mencakupkan tangan dan meminta maaf. Gung Gimbal mendekat dan berkata cai (kamu). Tut Nik lalu mendekat dan memukul korban,” ujar Kasi Humas Polres Buleleng, Iptu Yohana Rosalin Diaz pada Minggu (17/8/2025) kemarin.

Pukulan yang diayunkan Tut Nik, berlokasi di bagian belakang mobil korban, mengenai pelipis kiri Imam sebanyak satu kali. Tak hanya itu saja, Tut Nik lagi-lagi memukul korban dan mengenai pipinya. 

Imam pun terjatuh dan sudah sempoyongan, karena beberapa pukulan yang diterimanya di bagian wajah. Korban sempat berdiri, namun kembali mendapat pukulan dari Tut Nik. 

”Pemukulan itu berhenti, setelah seorang sopir mobil muatan kayu bernama Lojor, meminta Tut Nik menghentikan aksinya,” lanjut Iptu Yohana.

Pasca peristiwa itu, Imam masih berdiri di pinggir jalan meski sudah disuruh pergi, apalagi pelipis kirinya berdarah.

Tak lama, polisi datang dan mengantarkannya untuk membuat laporan di Polsek Seririt. Sebab luka yang dialaminya, mengganggu aktivitas.***

Editor : Donny Tabelak
#Polres Buleleng #pengeroyokan #penganiayaan #sopir