Bali Gaya Hidup Hukum & Kriminal International Kuliner Nasional Pariwisata & Budaya Pendidikan Selebritas Sportiment Update Badung

Pinjam Uang Berujung Penganiayaan Pakai Kapak, Pelaku Kini Diburu Polisi

Juliadi Radar Bali • Rabu, 1 Oktober 2025 | 00:35 WIB
Anggota Polsek Kediri melakukan olah TKP di lokasi kejadian Banjar Sinjuana, Desa Beraban, Kediri, Tabanan.
Anggota Polsek Kediri melakukan olah TKP di lokasi kejadian Banjar Sinjuana, Desa Beraban, Kediri, Tabanan.
 
Radarbadung.jawapos.com- Kasus penganiayaan dengan korban I Made Budi Artha, warga Banjar Sinjuana, Desa Beraban, Kediri Tabanan, kini dalam penyidikan oleh Polsek Kediri. 
 
Polisi kini tengah memburu pelaku asal Buleleng yang kabur setelah melakukan penganiayaan terhadap korban I Made Budi Artha dengan menggunakan senjata tajam. 
 
Kapolsek Kediri Kompol I Nyoman Sukadana mengatakan, pelaku penganiayaan diketahui berasal dari Buleleng.
 
Korban I Made Budi Artha, 48, dianiaya pelaku menggunakan senjata tajam jenis kapak.
 
Baca Juga: Oplos Gas Elpiji Bersubsidi, Wanita di Karangasem Ditangkap Polda Bali: Ngaku dapat Pemasukan Rp100 Juta Per Bulan
 
Akibat pukulan itu, korban mengalami luka robek dan cidera di bagian kepalanya hingga harus dirujuk dari RS Singasana ke RSUD Tabanan untuk menjalani CT Scan.
 
"Detil lukanya kami belum mengetahui. Yang jelas korban menjalani CT Scan di RSUD Tabanan," jelas Kapolsek Kediri, Kompol I Nyoman Sukadana, pada Selasa (30/9).
 
Mengenai kronologis kejadian, penganiayaan itu diperkirakan terjadi sekitar pukul 10.00 Wita di rumah korban yang berada di lingkungan Banjar Sinjuana.
 
Pelaku sendiri diketahui berasal dari Buleleng, namun tinggal di Banjar Batan Buah Kaja yang masih berada di wilayah Desa Beraban.
 
"Kejadian tersebut diawali ketika pelaku datang ke rumah korban untuk meminjam uang," bebernya Kompol Sukadana.
 
Baca Juga: Alih Fungsi Lahan di Bali Disebut Jadi Penyebab Banjir
 
Singkat cerita, korban menyanggupi pinjaman yang nilainya Rp 5 juta tersebut dengan syarat motor milik pelaku menjadi jaminannya.
 
Saat korban hendak menuju motor yang dijadikan jaminan, pelaku memukulnya dengan punggung kapak dari belakang.
 
Pukulan yang diperkirakan sebanyak tiga kali itu mendarat di bagian kepala belakang korban. Pukulan itu juga meninggalkan bekas luka robek.
 
Dalam keadaan diserang secara mendadak, korban dengan keadaan pusing lari keluar rumah untuk minta pertolongan. Korban kemudian mendapatkan pertolongan dari warga.
 
Warga pun langsung membawa korban ke RS Singasana untuk mendapatkan pertolongan awal hingga akhirnya dirujuk ke RSUD Tabanan.
 
Baca Juga: Nikita Mirzani Yakin Bebas dari Kasus Dugaan Pemerasan Dokter KecantikanBaca Juga: Nikita Mirzani Yakin Bebas dari Kasus Dugaan Pemerasan Dokter Kecantikan
 
Sementara pelaku melarikan diri usai memukul korban menggunakan punggung kapak.
 
"Terduga pelaku melarikan diri. Sejauh ini kami masih melakukan pencarian terhadap pelaku," jelasnya. 
 
Meski sudah mendapatkan informasi awal mengenai penganiayaan ini, Polisi belum memastikan motif pelaku.
 
"Selain itu, korban juga belum bisa sepenuhnya kami ambil keterangannya karena kondisi masih lemah," tandasnya.***
BERJALAN LANCAR: Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo bersama forkopimda dan jajaran lainnya mengecek fasilitas Sekolah Rakyat di SKD Batuan usai peresmian Selasa (30/9). (PROKOPIM SUMENEP UNTUK JPRM)
BERJALAN LANCAR: Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo bersama forkopimda dan jajaran lainnya mengecek fasilitas Sekolah Rakyat di SKD Batuan usai peresmian Selasa (30/9). (PROKOPIM SUMENEP UNTUK JPRM)
QRcode Argopuro Run 2025
QRcode Argopuro Run 2025
Editor : Donny Tabelak
#Pinjam uang #polsek kediri #senjata tajam #penganiayaan #KAPAK