Bali Gaya Hidup Hukum & Kriminal International Kuliner Nasional Pariwisata & Budaya Pendidikan Selebritas Sportiment Update Badung

Dua Nyawa Melayang dari Kasus Berdarah di Desa Songan, 3 Pelaku Diamankan, Berawal dari Saling Tantang di Medsos

Andre Sulla • Senin, 13 Oktober 2025 | 22:36 WIB
Police Line dipasang di Lokasi peristiwa berdarah di Jalan Raya Banjar Tabu, Desa Songan A, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali, Minggu (12/10) sekitar pukul 07.00 WITA.
Police Line dipasang di Lokasi peristiwa berdarah di Jalan Raya Banjar Tabu, Desa Songan A, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali, Minggu (12/10) sekitar pukul 07.00 WITA.
 
Radarbadung.jawapos.com– Terkuak sudah motif dan identitas pelaku dalam peristiwa berdarah yang menewaskan dua warga yang tak lain kakak-beradik di Desa Songan, Kabupaten Bangli.
 
Penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Bagli mengungkapkan kasus tersebut dipicu perdebatan di dunia maya berujung tragedi di dunia nyata.
 
Dua pria, kakak beradik tewas dan satu lainnya kritis setelah terlibat baku hantam di pinggir Jalan Raya Banjar Tabu, Desa Songan A, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Minggu (12/10) sekitar pukul 07.00 WITA.
 
Informasi yang dihimpun menyebutan, kurang lebih 7 orang saksi sudah diperiksa. Baik satu satu saksi mata dan keterangan tiga pelaku yang sudah diamankan.
 
Baca Juga: Diprotes Masyarakat karena Suara Bising, PLTGU Pemaron Diminta Tak Tutup Mata
 
"Pemicu utamanya sepele, sengketa area parkir jeep wisata yang diperdebatkan lewat media sosial," beber sumber petugas Polres Bangli, Minggu (12/10).
 
Berdasarkan keterangan para saksi dan tiga calon pelaku, peristiwa mengenaskan itu dipicu adu argumen di aplikasi Messenger Facebook antara akun Zerro Semedhi milik korban Jero Sumadi dan akun milik pelaku I Ketut Arta, 26. 
 
Percakapan itu membahas soal penyetopan mobil jeep wisata, namun memanas hingga berujung tantangan duel maut.
 
“Awalnya hanya adu kata di pesan pribadi, tapi kemudian berkembang menjadi perkelahian fisik hingga menimbulkan korban jiwa,” ungkap sumber kepolisian di Polres Bangli, Minggu (12/10).
 
Lalu Arta yang melintas di depan warung milik Jero Sumadi tiba-tiba dihadang oleh tiga korban yang disebut membawa senjata tajam, sekitar pukul 07.00 WITA. 
 
Baca Juga: Desa Songan Kembali Berdarah, Dua Nyawa Melayang, Dipicu Parkiran Mobil Jeep
 
Arta berhasil melarikan diri dan melapor kepada kakaknya, I Jero Wage, 40. Tak terima dengan perlakuan itu, Arta bersama Wage dan seorang kerabat, I Nyoman Berisi, 32, berjalan kaki ke lokasi sambil membawa senjata tajam.
 
Ketiganya tiba di tempat kejadian sambil membawa dua bilah pedang dan satu tombak.
 
Arta menyerahkan salah satu pedang kepada Berisi, sedangkan Wage membawa tombak. Bentrok pun tak terhindarkan. Kedua kubu saling serang menggunakan senjata tajam. 
 
Dalam hitungan menit, dua korban bersimbah darah di jalanan, sementara satu korban lainnya roboh dengan luka parah. Warga sekitar panik menyaksikan perkelahian itu.
 
"Peristiwa ini terjadi di depan rumah milik Jero Japa," beber sumber polisi sembari mengatakan, tiga korban diketahui bernama I Ketut Artawa alias Pak Manis, 54, Jero Sumadi, 47, dan Wayan Ruslan alias Mangku Ruslan, 53.
 
Baca Juga: Gagal Bawa Indonesia Lolos ke Piala Dunia, Media Belanda Soroti Kritik Tajam Suporter Terhadap Patrick Kluivert
 
Dua korban pertama meninggal dunia di lokasi kejadian, sedangkan Ruslan masih kritis dan menjalani perawatan intensif di RSUD Bangli.
 
Lanjut sumber, salah satu saksi mata, Jero Bakat, 70, mengatakan suasana di depan warung mendadak mencekam.
 
Awalnya ia melihat tiga korban ini ngobrol di TKP. Tiba-tiba datang tiga orang bawa pedang, langsung berkelahi.
 
"Saksi sampai tidak sempat melerai,” ujarnya sumber mengutip keterangan saksi mata ini.
 
Setelah mendapatkan Informasi, lanjut sumber, tim Satreskrim Polres Bangli bersama Unit Reskrim Polsek Kintamani bergegas ke TKP, mengamankan ketiganya beserta barang bukti. 
 
Barang bukti yang disita antara lain satu pedang panjang 46 cm, satu linggis, dua batu, satu kapak, dua sarung pedang, sepasang sandal, topi, kain putih, dan botol plastik minuman merek Teh Botol yang diduga digunakan saat kejadian.
 
Baca Juga: Peringati Bom Bali I di Legian, Wisatawan dan Keluarga Korban Doa lalu Tabur Bunga Bersama
 
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Bali, Kombes Pol Ariasandy, S.I.K., membenarkan kejadian tersebut.
 
“Benar, telah terjadi dugaan penganiayaan yang menyebabkan dua orang meninggal dunia, satu lagi sekarat. Saat ini kami masih mendalami motif dan kronologi lengkapnya,” ujarnya.
 
Polisi kini tengah mengumpulkan keterangan saksi, memeriksa rekaman CCTV di sekitar lokasi, serta menelusuri penyebab pasti pertikaian yang bermula dari media sosial tersebut.
 
“Ketiga pelaku dan sejumlah barang bukti sudah kami amankan untuk proses penyidikan lebih lanjut,” tambah Ariasandy.
 
Sementara itu, dua jenazah korban kini disemayamkan di rumah duka masing-masing di Banjar Tabu, Songan A. Suasana duka menyelimuti keluarga dan warga sekitar. 
 
Baca Juga: Akibat Listrik Padam, 74 Penerbangan di Bandara Ngurah Rai Alami Kendala, Penerbangan Internasional Terbanyak
 
Situasi saat ini telah relatif terkendali dan kondusif. Aktivitas masyarakat perlahan kembali normal, meskipun masih ada warga yang datang ke sekitar tempat kejadian untuk melihat lokasi dan membicarakan peristiwa tersebut.
 
Kerumunan warga masih dalam batas wajar, namun tetap menjadi perhatian aparat agar tidak berkembang menjadi keresahan atau provokasi lanjutan. 
 
Pihak kepolisian masih melakukan penjagaan di sekitar lokasi kejadian untuk memastikan rasa aman masyarakat serta mencegah munculnya aksi spontan, terutama dari pihak keluarga korban yang masih dalam kondisi emosional.
 
Pihaknya melakukan imbauan dan pendekatan persuasif kepada warga, agar tidak terprovokasi isu atau ajakan yang dapat memperkeruh suasana.
 
"Secara umum, situasi di wilayah Desa Songan A, Kec. Kintamani, Bangli sudah dapat dikendalikan," tutupnya.***
Api melahap bangunan Aryoseto Advertising di Magelang, Minggu pagi (12/10/2025).
Api melahap bangunan Aryoseto Advertising di Magelang, Minggu pagi (12/10/2025).
Editor : Donny Tabelak
#medsos #pembunuhan #desa songan #bangli #polda bali #Mobil Jeep