Bali Gaya Hidup Hukum & Kriminal International Kuliner Nasional Pariwisata & Budaya Pendidikan Selebritas Sportiment Update Badung

Komplotan Copet Beraksi di Arena Bulfest 2025, Ditangkap di Malang

Francelino Junior • Sabtu, 15 November 2025 | 16:05 WIB

Para tersangka ketika press rilis di Mapolres Buleleng. Mereka merupakan geng maling yang datang untuk mencuri ponsel pengunjung di Bulfest 2025.
Para tersangka ketika press rilis di Mapolres Buleleng. Mereka merupakan geng maling yang datang untuk mencuri ponsel pengunjung di Bulfest 2025.

Radarbadung.jawapos.com- Setiap kegiatan yang melibatkan banyak orang, apalagi gratis, tak jarang mengundang komplotan penjahat untuk menjalankan aksinya.

Seperti saat Buleleng Festival (Bulfest) 2025, ternyata ada Geng Malang yang melakukan pencurian ponsel. Diketahui sindikat ini berhasil menggasak sembilan unit ponsel berbagai merek.

Para pelakunya berinisial SHW, 48, AF, 50, dan ATS, 39, yang sama-sama berasal dari Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Sedangkan satu lagi berinisial CB, 40, berasal dari Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur yang kini masih dalam pencarian.

Mereka menjalankan aksi copet saat penampilan band nasional Stand Here Alone (SHA), yang tampil di panggung utama Bulfest pada Jumat (22/8) malam, ketika semua orang asyik menikmati alunan musik.

Pasca konser, polisi mendapatkan banyak laporan kehilangan ponsel dari pengunjung yang hadir.

Segera polisi melakukan tindak lanjut guna mengungkap sosok-sosok nakal, yang tangannya panjang.

Para pelaku akhirnya berhasil ditangkap di rumah mereka sendiri, yakni di Malang, Jawa Timur setelah hampir sepekan melakukan penyelidikan, baik di Kota maupun Kabupaten Malang. 

”Tersangka SHW memiliki ide pada Kamis (21/8) untuk melakukan pencurian di konser yang ada di Bali. Sehingga ia mengajak AF, ATS, serta CB dan berangkat sekitar pukul 00.30 WIB menuju Bali menggunakan mobil sewa,” ujar Kasat Reskrim Polres Buleleng, AKP I Gusti Nyoman Jaya Widura pada Kamis (13/11).

Pada Jumat (22/8), sebelum berangkat menuju Bulfest, SHW sebagai otaknya mengatur strategi pencurian.

Ia mengarahkan tiga temannya itu untuk berpencar, sehingga lebih mudah kabur dan menghapus jejak.

Modus yang dilakukan sindikat ini adalah dengan memepet korban, kemudian membuka tas untuk mengambil ponsel.

Setelah ponsel didapat, pelaku segera memasukkan barang curian ke kantong celana.

Aksi ini nyaris tak diketahui, mengingat banyak kerumunan pengunjung yang saling berdesakan.

Kata AKP Widura, ini sesuai dengan keterangan dari salah satu korban, kalau ponsel miliknya ditaruh dalam tas selempang. Situasi saat konser saat itu yang ramai dan berdesak-desakan.

Kemudian korban hendak mengambil ponselnya, ternyata resleting tas dalam keadaan terbuka.

Parahnya ponsel sudah tidak ada pada tas. Meski sempat dicari, namun mengingat situasi ramai dan malam hari sehingga barang miliknya itu tidak ditemukan.

”Total ada sembilan unit ponsel yang mereka curi. Selanjutnya delapan ponsel curian itu dijual melalui online, dengan harga berbeda tergantung jenis ponsel,” ungkap Kasat Reskrim Polres Buleleng itu.

Uang hasil penjualan delapan ponsel itu yakni Rp6,5 juta. Hasilnya dibagikan SHW ke teman-teman komplotannya itu.

Sisa uang sebesar Rp3,4 juta kemudian dibelikan enam ponsel berbeda merek oleh tersangka itu.

Setelah berhasil menangkap para tersangka, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa enam ponsel tersebut. Ada juga uang tunai Rp4 juta yang ikut diamankan polisi. 

”Uang hasil penjualan ponsel ini digunakan untuk kebutuhan sehari-hari,” tambah perwira polisi berambut klimis itu.

Atas perbuatannya, SHW, AF, dan ATS dijerat dengan Pasal 363 Ayat (1) ke-4 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan. Mereka terancam tinggal di penjara Buleleng selama tujuh tahun.***

PRODUK: Ketua Dekranasda Provinsi Jatim Arumi Bachsin Emil Dardak saat melihat langsung produk unggulan setiap daerah.(DOK/RADAR SURABAYA)
PRODUK: Ketua Dekranasda Provinsi Jatim Arumi Bachsin Emil Dardak saat melihat langsung produk unggulan setiap daerah.(DOK/RADAR SURABAYA)
Editor : Donny Tabelak
#copet #Polres Buleleng #buleleng festival #jambret #pencurian ponsel #malang