Radarbadung.jawapos.com- Seorang residivis pencurian ternak berinisial AM,35, tewas setelah ditembak oleh petugas kepolisian dalam proses penangkapan di Desa Kapor, Kecamatan Burneh, Kabupaten Bangkalan, Jumat (12/12/2025) malam.
AM dilaporkan menyerang anggota polisi dengan senjata tajam jenis parang, memaksa petugas melakukan tindakan tegas terukur.
Menurut keterangan Kapolres Bangkalan, AKBP Hendro Sukmono, polisi membuntuti tiga pelaku pencurian hewan ternak yang sudah meresahkan warga setempat.
“Tiga pelaku itu sudah kerap meresahkan warga karena aksinya mencuri ternak. Saat hendak kami amankan, salah satu pelaku justru melawan dan menyerang dengan parang,"ucapnya.
Hendro menjelaskan bahwa saat proses penangkapan, AM yang mencoba kabur ke gang buntu tiba-tiba mengeluarkan dua parang dari balik bajunya dan menyerang anggota.
Salah satu anggota yang diserang, Briptu Khoirul Mufid, mengalami luka akibat sabetan parang.
Menurut laporan kepolisian, polisi sempat memberikan tembakan peringatan ke udara, namun pelaku tetap agresif.
“Anggota kami mengalami luka di perut kanan dan pinggang kiri akibat sabetan senjata tajam pelaku,” ucap Hendro.
Petugas lalu mengambil langkah tegas dengan melepaskan tembakan ke arah kaki pelaku. Tembakan itu dilakukan setelah semua upaya persuasif tidak diindahkan.
Polisi menyatakan bahwa AM mendapat tiga tembakan di bagian kaki. Meski sempat dilarikan ke rumah sakit oleh anggota, nyawanya tidak tertolong akibat kehabisan darah.
“Kami lakukan tindakan tegas terukur terhadap pelaku AM setelah tembakan peringatan tidak diindahkan,” ujar Kapolres Hendro.
Jenazah pelaku kemudian diserahkan kepada keluarga sesuai prosedur dan tradisi setempat setelah proses identifikasi.
Selain AM, satu pelaku lain berinisial Z berhasil diamankan dan dibawa ke Mapolres Bangkalan, sementara satu lagi yang berinisial S masih dalam pengejaran.
Kapolres Hendro mengatakan pihaknya akan terus mendalami kasus ini untuk memastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan dan mempertimbangkan semua bukti, termasuk rekaman CCTV yang sempat terekam warga dan kini menjadi bagian dari penyelidikan.***
Editor : Donny Tabelak