Radarbadung.jawapos.com- Kasus peredaran narkoba di Karangasem terus meningkat setiap tahun. Ini terbukti dari jumlah kasus yang ditangani Polres Karangasem.
Dalam kurun waktu tahun 2025, Satres Narkoba Polres Karangasem mengungkap 27 kasus penyalahgunaan narkoba.
Jumlah ini meningkat dibanding tahun sebelumnya dengan jumlah yang diungkap sebanyak 26 kasus.
”Peredaran narkoba ini hampir merata di setiap Kecamatan,” kata Kapolres Karangasem AKBP Joseph Edward Purba pada Rabu (31/12) lalu.
Dari jumlah kasus yang berhasil diungkap, polisi menangkap 35 pelaku. Dari jumlah tersebut, sebagian besar para pelaku ini sebagai pemakai dan pengedar.
”Ada 18 tersangka yang berstatus pengedar. Sementara sisanya kurir dan pemakai,” kata Edward Purba.
Sementara untuk barang bukti yang berhasil diamankan aparat kepolisian, meliputi sabu seberat 37,10 gram, ganja 8,43 gram, tembakau sintetis 3,6 gram, serta dua butir ekstasi.
”Narkoba ini cukup mengkhawatirkan. Sudah merambah sampai desa dan juga seluruh lapisan masyarakat,” bebernya.
Dari delapan kecamatan yang ada di Karangasem, Satres Narkoba Polres Karangasem telah memetakan kecamatan tingginya peredaran narkoba di wilayah Karangasem.
”Setidaknya ada tiga wilayah penyalahgunaan narkoba tertinggi. Seperti Kubu, Bebandem dan Karangasem,” kata perwira dengan pangkat dua melati ini.
Pihaknya akan terus gencar melakukan sosialisasi ke banjar-banjar untuk menekan peredaran narkoba di Karangasem. ”Narkoba ini jadi prioritas kami. Kami tidak main-main untuk itu,” tegasnya.
Selain kasus narkotika, Polres Karangasem juga menangani sejumlah kasus kriminal yang menonjol di tahun 2025.
Di antaranya, kasus pencurian dengan kekerasan (curas), kasus rokok ilegal, serta kasus penganiayaan terhadap anak di bawah umur yang mengakibatkan korban mengalami luka akibat senjata tajam di wilayah Polsek Kota Karangasem.
Untuk menekan angka kriminalitas ini, Polres Karangasem telah melaksanakan berbagai upaya, mulai dari peningkatan patroli, kegiatan strong point pagi hingga malam, patroli blue light, monitoring lokasi rawan kejahatan, hingga edukasi ke sekolah dan masyarakat terkait bahaya narkoba.
”Kami juga memperkuat peran Bhabinkamtibmas di masing-masing desa,” tandasnya.***
Editor : Donny Tabelak